Ringkasan Berita :
• Babinsa Serda Fiyan Setyadi dampingi Posyandu ILP di Desa Kebon Agung demi tingkatkan kesehatan anak & cegah stunting.
• Kegiatan sinergis bersama bidan desa & kader meliputi pantau tumbuh kembang, imunisasi, penimbangan & PMT bergizi.
• Kehadiran TNI bukti kepedulian nyata dukung program pemerintah; Bidan Endang apresiasi kerja sama yang baik.
• Sinergi aparat, tenaga kesehatan & kader diharapkan naikkan kesadaran warga demi desa sehat bebas stunting.
BLITAR, beritablitar.com - Dalam upaya mewujudkan generasi muda yang sehat dan bebas dari masalah stunting, Babinsa Desa Kebon Agung Koramil 0808/22 Wonodadi, Serda Fiyan Setyadi, melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).
Kegiatan berlangsung di wilayah RT 03 RW 01 Dusun Kebon Agung, Desa Kebon Agung, Kecamatan Wonodadi, Selasa (18/8/2026), dilakukan secara sinergis bersama Bidan Desa Endang serta para kader Posyandu.
Pendampingan ini berfokus pada pemantauan tumbuh kembang balita serta penanganan khusus bagi anak yang berpotensi maupun terindikasi stunting. Layanan yang diberikan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pencatatan perkembangan anak, pemberian imunisasi, hingga pembagian Makanan Tambahan (PMT) bergizi.
Serda Fiyan Setyadi menegaskan, kehadirannya adalah wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat di wilayah binaan sekaligus mendukung program pemerintah menekan angka stunting.
“Pemantauan kesehatan sejak dini sangat krusial untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh secara optimal baik secara fisik maupun mental,” kata Fiyan.
Sementara itu, Bidan Desa Kebon Agung, Endang menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Babinsa dan para kader yang sigap mendampingi pelayanan kesehatan tersebut. Penerapan sistem ILP diharapkan memperluas jangkauan dan meningkatkan mutu layanan terpadu bagi seluruh lapisan masyarakat mulai dari balita hingga lansia.
Melalui sinergi aparat kewilayahan, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu, diharapkan kesadaran orang tua memeriksakan anak secara rutin semakin meningkat. Langkah preventif dan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci menciptakan lingkungan desa yang sehat serta terbebas dari ancaman stunting. (jr)