Ringkasan Berita :

• Babinsa Desa Purwokerto Koptu Anang Dwi Kurniawan dampingi petani atur irigasi lahan jagung Dusun Tumpuk demi ketahanan pangan.

• Bekerja sama dengan pemilik lahan Slamet dan Poktan Lestari, pastikan air merata cegah kekeringan masa pertumbuhan.

• Kehadiran TNI dinilai memotivasi petani, sinergi diharapkan dorong hasil panen meningkat dan kedaulatan pangan lokal.

BLITAR, beritablitar.com - Dukungan nyata TNI Angkatan Darat bagi ketahanan pangan nasional terwujud di Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Babinsa setempat, Koptu Anang Dwi Kurniawan, turun langsung ke lahan pertanian mendampingi petani mengatur dan memastikan suplai air tanaman jagung berjalan lancar, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan ini berpusat di lahan milik Slamet, anggota Kelompok Tani (Poktan) Lestari yang berada di Dusun Tumpuk. Fokus utamanya adalah menjamin ketersediaan air yang stabil di masa pertumbuhan tanaman, agar risiko kekeringan dapat dihindari dan pertumbuhan berjalan sehat.

Koptu Anang mengatakan, pendampingan ini dilakukan secara langsung di lapangan sebagai wujud kepedulian terhadap keberhasilan pertanian warga.

“Kehadiran Babinsa di tengah-tengah para petani merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD dalam mendampingi masyarakat, khususnya sektor pertanian,” kata Koptu Anang Dwi Kurniawan.

Anang menegaskan, pendampingan menyeluruh mulai dari tanam, perawatan, pengairan, hingga panen menjadi strategi TNI untuk menjaga produksi pangan di wilayah binaan agar tetap terjaga.

Sementara itu, Slamet selaku pemilik lahan menyambut hangat dan berterima kasih atas perhatian serta bantuan tenaga dari Babinsa.

“Kehadiran Babinsa di sawah tidak hanya membantu meragankan pekerjaan fisik, tetapi juga memberikan motivasi dan semangat tambahan bagi para petani lokal dalam mengolah lahan pertanian mereka,” kata Slamet.

Melalui kerja sama erat ini, diharapkan hasil panen jagung milik Poktan Lestari di Dusun Tumpuk dapat mengalami peningkatan yang signifikan dibanding musim sebelumnya. Sinergi yang terbentuk menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan kemandirian pangan di tingkat daerah. (jr)