BLITAR, beritablitar.com - Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Kota Blitar memasuki tahap pendaftaran bakal calon Ketua Umum untuk periode 2026–2030.

Hingga batas waktu yang ditetapkan, tercatat dua nama yang telah mendaftarkan diri: Plt Ketua KONI Kota Blitar sekaligus Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, dan Ketua Cabang Olahraga Muaythai Kota Blitar, Ratih Dewi Indarti yang juga Kepala Inspektorat Kota Blitar.

Elim Tyu Samba secara resmi menyerahkan berkas formulir pendaftaran kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Rabu (16/9/2026) pukul 13.00 WIB. Ia menyebut pencalonannya mendapat dukungan dari 29 cabang olahraga di Kota Blitar.

“Alhamdulillah, tadi kita didukung 29 cabang olahraga,” kata Elim usai menyerahkan berkas pendaftaran.

Setelah pengembalian formulir, Elim menyerahkan sepenuhnya proses pemeriksaan administrasi dan verifikasi kepada TPP sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kita tunggu rekan-rekan TPP, apakah sudah sesuai prosedur atau masih ada kekurangan. Kami menunggu,” ujarnya.

Sebagai Wakil Wali Kota Blitar sekaligus Plt Ketua KONI Kota Blitar, Elim menegaskan langkahnya maju sebagai calon bukan semata-mata mengejar jabatan. Tujuannya adalah memastikan KONI menjadi wadah yang mampu memaksimalkan pembinaan serta prestasi atlet Kota Blitar.

“Saya ingin memang memajukan Kota Blitar. Harapannya melalui KONI ini bagaimana kita bisa memaksimalkan atlet-atlet untuk bisa berprestasi secara maksimal,” tegasnya.

Terkait dinamika aksi penyampaian aspirasi insan olahraga sebelumnya, Elim membantah anggapan bahwa dirinya menjadi pimpinan aksi tersebut. Kehadirannya saat itu, katanya, murni karena para atlet yang menyampaikan tuntutan merupakan bagian dari keluarga besar olahraga Kota Blitar.

“Saya melihat para atlet itu semua rekan-rekan atlet yang kita kenal, bagian dari keluarga kita. Masa iya kita membiarkan begitu saja,” kata Elim Tyu Samba.

Menurut Elim, berbagai peristiwa yang terjadi justru menjadi motivasi untuk mendorong olahraga di Kota Blitar ke arah yang semakin baik.

“Berpengaruh atau tidak, tentu saja ada pengaruhnya. Tapi itu membuat kita termotivasi untuk membuat olahraga di Kota Blitar semakin baik dan bagus,” ujarnya.

Terkait kantor sekretariat KONI yang sempat tertutup aksesnya, Elim mengapresiasi Pemerintah Daerah yang telah membuka komunikasi mengenai pengembalian fasilitas tersebut. Namun hingga Rabu kemarin, pihaknya mengaku belum menerima kunci sekretariat.

“Sudah ada pembicaraan untuk dikembalikan kepada kami, tapi belum menerima kunci sampai hari ini. Mungkin jelasnya ditanyakan kepada Dispora,” tambahnya.

Elim berharap seluruh tahapan Musorkotlub dapat berjalan sesuai mekanisme dan melahirkan perubahan positif bagi dunia olahraga Kota Blitar.

Sementara Ratih Dewi Indarti menyerahkan berkas formulir pendaftaran kepada TPP pukul 14.55 WIB. Ia mengaku pencalonannya mendapat dukungan dari 12 cabang olahraga, yang kemungkinan akan bertambah menjadi 14 cabor.

Ratih menyebut berkas pendaftaran telah dikembalikan dan diterima panitia. Proses pemeriksaan serta verifikasi administrasi masih berjalan dan memerlukan waktu.

"Dukungan sementara masih 12, nanti mungkin masih mau ada lagi. Dari 12 sampai 14 bisa menyusul. Yang penting kita sudah tepat waktu menyampaikan pendaftaran dan semua persyaratan yang kita dapatkan," ujar Ratih usai penyerahan berkas.

Terkait visi jika terpilih, Ratih menegaskan fokus utamanya adalah kemajuan olahraga di Kota Blitar, peningkatan prestasi atlet, serta penguatan soliditas antar-cabor.

"Yang paling utama memang memajukan olahraga, terutama di kota kita, meningkatkan prestasi, kemudian yang paling utama adalah soliditas," pungkasnya. (jr)