Ringkasan Berita :
- Mulai 1 Agustus 2026, akses kendaraan roda empat atau lebih di atas Bendungan Lahor ditutup total demi keamanan struktur
- Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar siapkan jalur alternatif dan petugas pemantau lalu lintas
- Tersedia jalur reguler nasional dan jalur alternatif sepanjang 16 km dengan selisih waktu tempuh sekitar 10 menit
- Langkah ini juga diantisipasi menghadapi puncak musim giling tebu yang rawan kepadatan kendaraan
Blitar, beritablitar.com - Perum Jasa Tirta (PJT) I resmi akan menutup total akses kendaraan roda empat atau lebih di atas puncak Bendungan Lahor, kawasan Karangkates, terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2026. Penutupan ini diberlakukan sebagai langkah prioritas untuk menjaga keamanan dan kelestarian struktur bendungan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Anjar Eko Atmanto menjelaskan, bagi pengendara dari arah Blitar menuju Malang maupun sebaliknya, telah disiapkan dua pilihan jalur pengganti. Pilihan pertama adalah kembali menggunakan jalur utama nasional Blitar–Malang yang merupakan jalur reguler pasca pengalihan arus lalu lintas sebelumnya.
"Rutenya melalui jalan raya utama yang melintasi perbatasan Selorejo (Blitar) langsung menuju Karangkates/Sumberpucung (Malang). Jalur nasional ini memiliki banyak tikungan tajam dan rawan kepadatan, terutama pada musim giling tebu akibat volume kendaraan besar yang meningkat," kata Anjar, Jumat (31/7/2026).
Untuk mengantisipasi kepadatan di jalur utama tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar juga telah menyiapkan jalur alternatif sepanjang 16 kilometer.
"Meski sedikit lebih jauh, waktu tempuhnya hanya berbeda sekitar 10 menit dibandingkan menggunakan Jalur Nasional Blitar–Malang. Jalur ini sangat disarankan bagi kendaraan roda empat saat arus lalu lintas di jalan nasional sedang mengalami kepadatan tinggi," jelas Anjar.
Rute alternatif tersebut dilalui melalui Simpang Tiga Traffic Light Kesamben (Blitar), kemudian belok ke arah selatan, lurus ke timur melewati Desa Ngadri, hingga akhirnya tembus ke wilayah Kalipare, Malang.
Dinas Perhubungan juga menegaskan telah menyiapkan personel untuk memantau kondisi lalu lintas pasca pemberlakuan penutupan ini.
"Rencananya akan kita siapkan dua personel yang akan memantau kondisi jalur pasca Bendungan Lahor ditutup," jelasnya.
Anjar menambahkan, pihaknya terus mengkaji seluruh kemungkinan dan alternatif yang ada.
"Seluruh alternatif sedang kami kaji lebih dalam, mengantisipasi penutupan Bendungan Lahor di masa puncak giling pabrik gula saat ini," pungkas Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar. (jr)