BLITAR, beritablitar.com - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Antin Sekar Bhakti (YASB) Sananwetan yang telah berhenti beroperasi enam bulan lalu, kini mulai dibuka kembali. Sejumlah pembenahan menyeluruh dilakukan, mulai dari kesiapan personel hingga perbaikan fasilitas dapur, sebelum pelayanan kepada penerima manfaat dilaksanakan kembali.
Asisten Lapangan (Aslap) Dapur SPPG Sananwetan, Djoko Dwi H mengatakan, pihaknya segera melakukan konsolidasi seluruh tim kerja setelah dapur kembali dibuka.
“Alhamdulillah dapurnya sudah dibuka. Kami mempersiapkan kembali karyawan lama yang sebelumnya belum mendapatkan pekerjaan. Kami tarik kembali untuk bekerja,” kata Djoko, Kamis (17/9/2026).
Bagi tenaga kerja yang sebelumnya telah keluar, pihaknya melakukan perekrutan baru hingga kebutuhan personel terpenuhi. Data seluruh relawan juga telah dikirimkan kepada Kepala SPPI yang baru ditunjuk dari pusat sebagai langkah pemantapan kesiapan sumber daya manusia.
Pembenahan tidak hanya menyangkut tenaga kerja, melainkan juga seluruh fasilitas dapur. Tim khusus ditugaskan membersihkan peralatan yang lama tidak digunakan.
“Ompreng yang sudah lama kotor kami bersihkan. Bahkan dilakukan berulang kali setiap hari, supaya kotoran, jamur maupun kuman yang melekat bisa dibersihkan,” jelasnya.
Pembersihan juga menyasar meja kerja, lantai, peralatan memasak, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada di bagian belakang dapur. Bagian yang lapisannya mengelupas akan diperbaiki, sedangkan tembok yang ditumbuhi jamur dicat ulang sesuai spesifikasi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Semua kami bersihkan dan kami tata kembali agar ketika operasional dimulai, kondisinya benar-benar siap,” ujarnya.
Djoko menyampaikan, tahap berikutnya adalah pemutakhiran data penerima manfaat. Sekolah-sekolah yang sebelumnya belum mendapatkan layanan akan masuk dalam pendataan dan dikunjungi tim. Sementara untuk penerima manfaat lama yang sementara dialihkan ke tempat lain, akan dilakukan koordinasi dengan pimpinan terkait status layanannya.
“Kemungkinan nanti ada data baru untuk penerima manfaat. Sekolah yang belum mendapatkan layanan akan kami kunjungi,” jelasnya.
“Kami akan saling berkomunikasi untuk memastikan penerima manfaat lama itu bagaimana kelanjutannya,” tambahnya.
Terkait tanggal pasti dimulainya kembali pelayanan, Djoko belum dapat menetapkan. Seluruh aspek kesiapan harus dinyatakan tuntas terlebih dahulu.
“Insya Allah setelah dapur ready, baru pembukaan dilakukan,” tegasnya.
Pihak yayasan juga berencana melakukan koordinasi dengan instansi terkait di Jawa Timur, didampingi kuasa hukum atas biaya sendiri, untuk menyampaikan keterangan dan kondisi terkini dapur SPPG Sananwetan.
Djoko berharap pascapembenahan, operasional dapat berjalan lancar tanpa gangguan.
“Harapan kami setelah semuanya berjalan lancar, yayasan tidak mengalami gangguan, halangan maupun hambatan apa pun,” pungkasnya.
Ke depannya, pengelolaan dapur diharapkan dapat dilakukan secara mandiri oleh yayasan tanpa melibatkan pihak mitra, sehingga seluruh proses pengelolaan dapat dikendalikan langsung secara internal. (jr)