BLITAR, beritablitar.com - Aksi responsif dan sinergis ditunjukkan oleh jajaran TNI bersama instansi terkait dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Kaulon, Koramil 0808/09 Sutojayan, Serka Dwijo Saputro, terlihat sigap memimpin upaya pemadaman bersama tim gabungan, Sabtu sore (5/9/2026).

Insiden kebakaran ini melanda area perbatasan antara RT 01/RW 01 Desa Kaulon dan RT 01/RW 01 Desa Jegu. Berdasarkan laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar sekitar pukul 16.00 WIB, api dilaporkan tumbuh dengan cepat dan membakar vegetasi kering di kawasan tersebut.

Menyadari urgensi situasi, Serka Dwijo Saputro tidak menunggu lama untuk turun ke lapangan. Ia segera berkoordinasi dan bergabung dengan unsur gabungan yang terdiri dari personel Polri, petugas Perum Perhutani, serta warga masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam upaya melokalisir pergerakan api agar tidak menjalar ke permukiman penduduk atau merusak kawasan hutan produksi yang lebih luas.

"Sinergi dan bahu-membahu antarinstansi bersama warga dilakukan guna melokalisir pergerakan si jago merah," kata Serka Dwijo Saputro.

Petugas di lapangan bekerja keras menggunakan alat seadanya maupun armada pendukung yang tersedia. Ketegangan baru mereda setelah hampir tiga jam berjuang melawan api. Sekitar pukul 18.25 WIB, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan secara total.

Pasca-pemadaman, tim tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka melanjutkan langkah pemantauan (assessment) secara teliti untuk memastikan tidak ada lagi sisa bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan, mengingat kondisi angin dan kekeringan yang masih memungkinkan api menyala kembali.

Berdasarkan data verifikasi di lapangan, total luas lahan yang hangus terbakar mencapai ±2 hektar. Kerusakan tersebar di dua titik utama, yaitu ±0,5 hektar di area Petak D-1 Desa Kaulon dan ±1,5 hektar di Petak 1B Desa Jegu.

Meskipun menimbulkan kerusakan lingkungan, beruntung insiden ini tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka. Selain itu, kerugian material bagi warga setempat juga dilaporkan nihil karena api berhasil dikendalikan sebelum mencapai area pemukiman atau lahan pertanian produktif. Saat ini, kondisi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan kondusif.

Sementara itu, penyebab pasti terbakarnya lahan di wilayah perbatasan kedua desa tersebut masih menjadi misteri. Pihak berwenang saat ini masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap asal-usul titik api guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (jr)