BLITAR, beritablitar.com - Proses penjaringan bakal calon Ketua Umum KONI Kota Blitar periode 2026–2030 dalam Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Kota Blitar, memasuki hari terakhir pendaftaran.

Hingga batas waktu yang ditetapkan, tercatat dua orang telah mendaftarkan diri, namun Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) belum dapat memastikan berapa nama yang akan ditetapkan sebagai calon resmi sebelum rapat pleno dilaksanakan.

Kedua pendaftar tersebut adalah Plt Ketua KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba, dan Ketua Cabang Olahraga Muaythai Kota Blitar, Ratih Dewi Indarti. Elim telah mengembalikan formulir beserta seluruh persyaratan dan dinyatakan diterima secara administrasi.

“Alhamdulillah, hari kedua ini ada dua pendaftar calon ketua. Yang pertama tadi Ibu Elim Tyu Samba, sudah mengembalikan dan sudah kita terima,” kata Ketua TPP Musorkotlub KONI Kota Blitar, Sugeng Praptono, Rabu (16/9/2026).

Sementara itu, berkas pendaftaran Ratih Dewi Indarti masih perlu dilengkapi. Secara substansi persyaratan sudah terpenuhi, namun terdapat bagian tanda tangan yang harus diperbaiki. TPP memberikan kesempatan hingga Kamis (17/9/2026) pagi untuk melengkapi kekurangan tersebut.

“Khusus Ibu Ratih, ada persyaratan yang harus diperbaiki. Kami memberikan kesempatan sampai besok pagi untuk dikembalikan terkait kekurangan persyaratan,” jelasnya.

Sugeng menegaskan, meskipun sudah ada dua pendaftar, keputusan penetapan calon yang sah akan dilakukan melalui mekanisme pleno TPP.

“Pendaftarnya dua. Tapi calonnya berapa, kami belum berani mengatakan, karena harus melewati pleno. Kita tetapkan lewat pleno,” tegasnya.

Sugeng menjelaskan, tahapan Musorkotlub ini berlangsung relatif cepat atas dorongan dari KONI Provinsi Jawa Timur agar segera terbentuk kepengurusan definitif.

“Kami ini dituntut oleh KONI Provinsi untuk segera mengadakan Musorkotlub. Harapannya, Musorkotlub ini bisa segera mendapatkan ketua definitif,” ujarnya.

Percepatan ini juga berkaitan dengan harapan agar roda organisasi dan pembiayaan olahraga Kota Blitar dapat kembali berjalan normal. Terdapat komitmen dari Pemerintah Kota Blitar bahwa dana pembinaan atlet dapat dicairkan setelah KONI memiliki ketua umum definitif hasil musyawarah.

“Janji Pemerintah Kota, kalau sudah ada ketua umum definitif, dana itu akan cair, dana dan sebagainya bisa berproses normal. Itu harapan kami dan harapan kami juga harapan cabor,” jelasnya.

Sugeng berharap seluruh bakal calon segera melengkapi persyaratan agar proses dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

“Kalau kami ingin agar cabor ini segera mendapatkan dana, ya harus segera diselesaikan, termasuk persyaratannya. Sebaiknya begitu, cepat,” tandasnya.

Musyawarah Kota Luar Biasa untuk memilih Ketua Umum KONI Kota Blitar periode 2026–2029 dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2026 mendatang. (jr)