Ringkasan Berita :

- Ketua Kwarnas Budi Waseso ziarah ke Makam Bung Karno Blitar, sampaikan kebijakan Pramuka wajib di Sekolah Rakyat atas perintah Presiden.

- Pembinaan melibatkan taruna Akmil bersama Kemenhan dan Kemensos untuk bangun karakter, kedisiplinan, dan nasionalisme.

- Sekolah Rakyat Kota Blitar direncanakan mulai beroperasi pertengahan Agustus 2026.

- Langkah ini untuk menjawab tantangan degradasi moral dan menanamkan nilai Pancasila pada generasi muda.

BLITAR, beritablitar.com – Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso, melakukan ziarah ke Makam Proklamator Ir. Soekarno di Kota Blitar, Selasa (4/8/2026).

Usai mendoakan sang pendiri bangsa, ia mengumumkan kebijakan strategis bahwa kegiatan kepramukaan kini resmi diwajibkan sebagai ekstrakurikuler penuh dalam program Sekolah Rakyat atas instruksi langsung Presiden Republik Indonesia.

Kebijakan ini disusun bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Sosial Gus Ipul. Salah satu gebrakan utamanya, pembinaan kepramukaan di Sekolah Rakyat akan melibatkan langsung taruna dari Akademi Militer (Akmil).

Langkah ini dinilai penting untuk mengembalikan marwah dan identitas Pramuka sebagai fondasi pembentukan karakter, kedisiplinan, serta jiwa nasionalisme generasi muda.

"Sudah, sudah! Saya kemarin dengan Menhan ya, Pak Sjafrie. Kemarin baru paparan, Pak Sjafrie sendiri sekarang sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Sosial yang bertanggung jawab dengan Sekolah Rakyat itu, dan perintah Presiden langsung ya," kata Budi Waseso seusai kegiatan ziarah.

Budi Waseso menegaskan, kegiatan Pramuka di Sekolah Rakyat akan dilaksanakan secara utuh sesuai jati diri gerakan, mulai dari materi, tata tertib, hingga identitas dan atribut. Keterlibatan taruna Akmil diharapkan menjadi contoh nyata agar semangat kedisiplinan, kepemimpinan, dan bela negara dapat tertular langsung kepada peserta didik.

"Bahwa Sekolah Rakyat itu diwajibkan berkegiatan pendidikan kepramukaan dan akan dijadikan contoh bahwa kegiatan di Sekolah Rakyat itu betul-betul kegiatan Pramuka seutuhnya. Termasuk nanti performa, identitas, segala macam. Ini sedang dilaksanakan oleh Pak Menhan. Bahkan yang saya tahu dari rencana beliau, sekarang pelatihan dari Pramuka di Sekolah Rakyat itu akan melibatkan taruna-taruna dari Akmil," tandasnya.

Kebijakan ini juga berlaku di daerah, termasuk Kota dan Kabupaten Blitar yang dikenal sebagai wilayah sarat nilai sejarah dan perjuangan bangsa. Kota Blitar sendiri telah menyiapkan Sekolah Rakyat yang direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan Agustus 2026.

Pewajiban Pramuka di Sekolah Rakyat dipandang sebagai jawaban atas tantangan degradasi moral dan penurunan semangat kebangsaan di kalangan remaja.

Dengan menggabungkan metode kepramukaan dan kedisiplinan militer, pendidikan ini diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh mentalnya dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. (jr)