Ringkasan Berita :
• Transaksi Koperasi Desa Merah Putih capai Rp179,72 miliar dari 71.454 transaksi per 9 Agustus 2026.
• Beras SPHP dan minyak goreng pimpin daftar barang terlaris, disusul pupuk NPK Phonska dan Urea.
• Pangan pokok dan saprotan menjadi penggerak utama perputaran barang di Kopdes.
JAKARTA, beritablitar.com - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencatatkan total nilai transaksi mencapai Rp 179,72 miliar dari 71.454 transaksi per Minggu, 9 Agustus 2026.
Data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan komoditas pangan pokok dan sarana produksi pertanian menjadi penggerak utama perputaran barang di koperasi.
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menempati posisi teratas sebagai barang terlaris dengan nilai transaksi mencapai Rp 71,85 miliar dari volume penjualan sebanyak 6.413.921 unit.
Di posisi kedua, minyak goreng mencatat nilai transaksi sebesar Rp 42,93 miliar dengan total volume penjualan mencapai 2.934.366 unit.
Selain kebutuhan pangan pokok, kebutuhan sarana produksi pertanian juga mencatat angka signifikan. Pupuk NPK Phonska menjadi produk dengan volume penjualan tertinggi di antara komoditas saprotan, yakni mencapai 8.178.733 unit dengan nilai transaksi Rp 15,09 miliar. Sementara itu, Pupuk Urea N 46 persen terjual 6.206.994 unit senilai Rp 11,27 miliar.
"Data tersebut memperlihatkan kebutuhan sehari-hari masyarakat desa masih menjadi penyumbang terbesar dalam perputaran transaksi Koperasi Merah Putih. Tingginya penjualan pupuk juga menunjukkan koperasi mulai memainkan peran strategis dalam mendukung sektor pertanian," demikian keterangan yang dirangkum dari data Simkopdes.
Secara keseluruhan, sepuluh barang terlaris didominasi kebutuhan pokok masyarakat desa serta sarana produksi pertanian. Hal ini menegaskan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih mampu menjawab kebutuhan riil warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan pertanian di tingkat desa. (jr)
Sumber: Liputan6.com