BLITAR, beritablitar.com - Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan di tingkat wilayah, Babinsa Kelurahan Bence, Koramil 0808/02 Garum, Serma Yuda Indra, melaksanakan kegiatan pendampingan teknis pengairan tanaman jagung yang dilakukan secara bergotong royong bersama kelompok tani setempat.

Kegiatan ini berlangsung di lahan pertanian milik Bapak Gunawan yang berlokasi di Lingkungan Plosorejo, Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, pada Senin (12/10/2026).

Kegiatan pengairan ini dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas sumur bor yang ada di lokasi pertanian sebagai solusi strategis guna mengantisipasi keterbatasan ketersediaan air dari jaringan irigasi teknis yang selama ini menjadi tantangan utama bagi para petani di wilayah tersebut. Dengan adanya sumur bor, kebutuhan air untuk tanaman dapat terpenuhi secara mandiri tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pasokan air irigasi yang kadang tidak menentu.

Serma Yuda Indra menjelaskan, kehadiran aparat teritorial di tengah-tengah masyarakat, khususnya di lingkungan para petani, merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas pokok kewilayahan yang diemban oleh setiap Babinsa. Kehadiran ini bukan sekadar hadir secara fisik, melainkan berfungsi sebagai mitra yang mendampingi sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan, termasuk di sektor pertanian.

"Sinergi yang terjalin antara Babinsa dan kelompok tani sangat krusial dan menentukan keberhasilan panen di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa dari masa tanam hingga masa panen, para petani tidak berjuang sendirian. Wujud nyata kebersamaan ini diharapkan dapat mengawal tercapainya kemandirian pangan, tidak hanya di tingkat desa, tetapi juga di tingkat daerah," kata Serma Yuda Indra.

Pendampingan yang dilakukan pada hari Senin ini difokuskan untuk memastikan aliran air menuju lahan pertanian jagung dapat berjalan lancar dan merata ke seluruh petak lahan. Pasokan air yang optimal sangat dibutuhkan tanaman jagung untuk menjaga kelembapan tanah sehingga proses pertumbuhannya tidak terhambat, terlebih saat memasuki fase pertumbuhan vegetatif yang sangat menentukan hasil panen akhir.

Gunawan, selaku pemilik lahan pertanian yang menjadi lokasi kegiatan, menyambut baik dan mengapresiasi langkah yang diambil oleh Babinsa Kelurahan Bence. Menurutnya, kehadiran Serma Yuda Indra di tengah kelompok tani memberikan dorongan semangat tersendiri bagi para petani yang kerap menghadapi kendala teknis di lapangan, terutama terkait masalah pengairan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.

"Saya sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Babinsa yang mau turun langsung ke tengah-telle kami di ladang. Kehadirannya bukan sekadar memantau, tetapi benar-benar ikut berpikir dan mencari solusi bersama kami saat menghadapi kendala irigasi. Hal ini sangat memotivasi kami para petani untuk bekerja lebih giat lagi," jelas Gunawan.

Selain Gunawan, para anggota Kelompok Tani Sopo Ngiro juga menyampaikan hal serupa. Mereka merasa terbantu dengan adanya pendampingan rutin dari pihak Babinsa, yang dinilai mampu menjembatani aspirasi para petani dengan instansi terkait, sekaligus memberikan semangat agar terus bertahan dan berinovasi di bidang pertanian meskipun banyak tantangan yang dihadapi.

Pemanfaatan sumur bor yang didampingi oleh Babinsa ini menjadi bukti nyata bahwa solusi sederhana namun tepat dapat meningkatkan efisiensi pengairan di lahan pertanian. Teknik pengairan yang teratur dan terukur dapat menjaga kualitas tanah serta mencegah kerusakan akibat kekeringan yang berkepanjangan, sehingga tanaman jagung dapat tumbuh dengan sehat dan kuat hingga masa panen tiba.

Ke depannya, Koramil 0808/02 Garum berkomitmen untuk secara konsisten melaksanakan pendampingan pertanian yang berkelanjutan, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga masa panen. Pendampingan menyeluruh ini bertujuan untuk menjamin tidak ada kendala signifikan yang terlewatkan sehingga produksi pertanian, khususnya komoditas jagung di wilayah Kelurahan Bence, dapat meningkat secara berkesinambungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun hubungan yang semakin erat dan harmonis antara aparat TNI dengan masyarakat di wilayah binaannya. Kemanunggalan TNI–Rakyat yang kuat menjadi modal utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Garum dan wilayah Kabupaten Blitar pada umumnya. (jr)