Blitar, beritablitar.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur VI, Ir. Endro Hermono, MBA, bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI menyelenggarakan pertemuan strategis bertajuk NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) di Kota Blitar, Senin (5/10/2026). Kegiatan ini menggandeng Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Ngopi yang mengangkat tema "Sinergi Madrasah dan Masyarakat dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam" ini, dihadiri kepala madrasah, guru, tokoh agama, perwakilan lembaga pendidikan, serta elemen masyarakat, forum ini menjadi wadah tukar gagasan demi kemajuan pendidikan berbasis keislaman di wilayah Blitar dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Endro Hermono mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan Islam tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.

"Madrasah bukan sekadar tempat belajar, melainkan tumpuan harapan masyarakat mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan bertakwa. Oleh karena itu, dukungan semua pihak sangat diperlukan agar mutu pendidikan Islam terus meningkat dan dapat diakses secara merata," kata Endro Hermono.

Lebih lanjut, Endro menyampaikan, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di tingkat dasar hingga menengah menjadi kunci penguatan sistem pendidikan nasional.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat jaringan kerja sama, mulai dari penyusunan kurikulum, pelatihan tenaga pendidik, hingga pendampingan langsung di lingkungan madrasah," jelas Endro.

Endro juga menandaskan, program ini lahir dari kepedulian Kemenag RI, yang kini fokus memperkuat bidang pendidikan Islam. Di tengah masyarakat yang semakin kritis terhadap dunia pendidikan, termasuk berbagai informasi yang beredar di media sosial, pertemuan tatap muka ini diharapkan menjadi pencerahan.

"Saat ini masyarakat lagi kritis tentang sekolah-sekolah, apalagi soal ijazah dan sebagainya. Mudah-mudahan dengan pencerahan seperti ini, kedewasaan masyarakat terbantu. Kehadiran langsung pelaku pendidikan di sini menjadi pembanding terhadap apa yang ada di TikTok dan media sosial lainnya. Komunikasi langsung menghasilkan pemikiran dan kesamaan pandang yang lebih kokoh," tandasnya.

Kegiatan ini diharapkan melahirkan langkah konkret, penyusunan program pendampingan madrasah, pertukaran sumber daya pengajar, hingga pemantauan berkala capaian mutu pendidikan Islam di wilayah Blitar. (jr)