JAKARTA, beritablitar.com - Muh Ageng Dendy Setiawan, Sekretaris Jenderal DPP GMNI periode 2019–2025, mengajak para alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) untuk melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara melalui Partai Gerindra.
Ajakan tersebut disampaikan melalui sebuah poster bertajuk "Mengajak Eksponen Alumni GMNI Bergabung dan Mengabdi Bersama Partai Gerindra" yang disebarkan secara luas di berbagai platform media sosial, dengan mengusung semangat "Oktober Bergerak, Berdampak".
Ajakan ini menegaskan bahwa proses kaderisasi di GMNI tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan masa keanggotaan atau kepengurusan di organisasi kemahasiswaan.
Pengalaman, pemikiran, dan jejaring yang dibangun selama berorganisasi dapat menjadi modal berharga bagi para alumni untuk mengambil peran yang lebih luas dan nyata dalam dunia politik, pemerintahan, serta pembangunan bangsa.
Dalam pesan yang dimuat dalam poster tersebut, Dendy menekankan pentingnya sikap saling mendukung dan menghargai di tengah perbedaan pilihan jalan pengabdian.
"Kita harus saling membesarkan di manapun ruang pengabdian kita, GMNI adalah rumah besar untuk kembali pulang, masyarakat adil dan makmur adalah tujuan perjuangan," demikian bunyi pesan yang tertulis dalam poster tersebut.
Selain itu, poster itu juga memuat pesan tentang menjaga kebersamaan dan solidaritas antarkader, terlepas dari perbedaan pilihan politik yang diambil masing-masing individu.
"Jangan di antara kita senang melihat teman susah, dan susah melihat teman senang," tulis Dendy dalam pesannya.
Ajakan ini memandang keterlibatan dalam politik praktis sebagai salah satu jalur untuk memperluas ruang kontribusi alumni GMNI. Namun demikian, langkah tersebut tetap diharapkan berjalan sejalan dengan nilai-nilai perjuangan yang diwarisi dari organisasi, yakni keberpihakan kepada kepentingan rakyat, serta upaya mewujudkan cita-cita keadilan sosial dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang kader bukan dinilai dari jabatan atau posisi yang diperoleh dalam partai maupun pemerintahan, melainkan sejauh mana kehadiran dan kiprahnya mampu menghadirkan perubahan serta manfaat nyata bagi masyarakat luas. (jr)