Tersangka jaringan pengedar narkoba jenis sabu dan pil Double L yang diamankan Satresnarkoba Polres Blitar dalam waktu 3 pekan

BERITABLITAR.COM – Satresnarkoba Polres Blitar meringkus 12 orang tersangka jaringan pengedar narkoba jenis sabu dan pil Double L dalam waktu 3 pekan. Salah satunya bandar pil dobel L, Yeny Dedianto alias Dedi (45), warga dusun Tegalrejo Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, dengan barang bukti 17.375 butir pil dobel L.

Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, ini merupakan hasil pengembangan kasus, yang diawali penangkapan diwilayah hukum Polres Blitar. Kemudian dikembangkan sampai ke daerah sekitar. Dimana 7 TKP di Kabupaten Blitar, 3 TKP di Kota Blitar dan di Kabupaten Malang dan Tulungagung, masing-masing 1 TKP.

“Dari 12 tersangka tersebut, 4 orang kasus narkoba jenis sabu, dan 8 orang kasus Okerbaya pil Double L,” kata AKBP Leonard M Sinambela, Selasa (16/3/2021).

Lebih lanjut Leonard menyampaikan, Dedi menjual pil dobel L dengan sistem ranjau. Pil dobel L yang dijual Dedi dikemas dalam berbagai ukuran. Mulai dari paketan berisi lima butir, 10 butir hingga 20 butir, tergantung permintaan bandar di bawahnya.

“Dedi menjual pil dobel L kepada bandar di bawahnya dengan sitem ranjau,” jelasnya.

Selain Dedi, polisi juga berhasil menangkap sejumlah orang yang sama-sama menjadi pelaku pengedaran pil dobel L. Beberapa diantaranya merupakan bandar di bawah Dedi. Diantaranya FCW (24), warga Kecamatan Kademangan, dengan barang bukti 1.000 butir pil dobel L. Kemudian HS (20), warga Kecamatan Sutojayan dengan barang bukti 72 butir pil dobel L. Lalu DE (18) warga Kecamatan Sutojayan dengan sitaan berupa uang penjualan pil dobel L sebesar Rp 40. 000.  SUS (23), warga Kecamatan wonotirto dengan barang bukti 16 butir dobel L. AN alias Sadak (42), warga Kecamatan Wonotirto dengan barang buktu 1.308 pil dobel L. Polisi juga mengamankan WP (21) warga Kepanjen Kidul, Kota Blitar dengan barang bukti 209 butir pil dobel L dan IC warga Kecamatan Wlingi dengan barang bukti 905 butir dobel L.

“Untuk menarik pelanggan, pil dobel L tersebut dibungkus kertas alumunium foil dengan isi 5 butir, 10 butir, 20 butir yang dipasarkan oleh tersangka kepada para konsumen sesuai kebutuhan/kemampuan keuangan pembeli. Per paket 5 butir mereka jual dengan harga Rp 10 ribu,” tandasnya.

Sementara untuk pengungkapan kasus sabu berawal dari penangkapan tersangka AL (44) di warung Kopi Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Yaitu saat akan menjual sabu seberar 0,70 gram pada tersangka AFS (33), warga Desa Bendil Jati Kulon, Kecamatan Sumber Gempol, Kabupaten Tulungagung.

“Dari penangkapan AL, kemudian dikembangkan hingga berhasil diringkus anggotanya, HS (38) tukang parkir, TH (34), Sopir. Keduanya warga Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kemudian AM (44), warga Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri,” pungkasnya.

Akibat perbuatnnya, mereka dijerat dengan Pasal 196 dan 197 UU RI Nomor  36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara. (Fajar AT)

Anggota DPR/MPR RI Fraksi Gerindra Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika
Forkopimda Blitar Gelar Silaturahmi dengan IPSI dan Perguruan Silat se Blitar Raya
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.