Dalam rekonstruksi, pelaku memperagakan adegan saat memukul korban hingga terkapar di lantai toko milik korban

BERITABLITAR.COM – Satreskrim Polres Blitar melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan Bisri Efendi (71) juragan toko asal Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Polisi menghadirkan Dwi Kusuma Yudha (21) tersangka pembunuhan, ke tempat kejadian perkara (TKP)  di Toko Pak Bisri Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (10/3/2021).

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela melalui Kasat Reskrim, AKP Donny K Bara’langi mengatakan, ada 45 adegan dalam rekonstruksi tersebut. Adegan tersebut mencakup kronologis saat Yudha datang ke toko, bersembunyi di belakang tandon air, mengambil uang, menutup CCTV, mematikan saklar listrik, melakukan pemukulan terhadap korban hingga keluar melenggang santai dari dalam toko, dan diakhiri dengan adegan pembakaran jaket dan training pelaku di belakang rumah pelaku.

“Ada tiga adegan tambahan yang diperagakan tersangka. Pelaku mengingat adegan saat berada di TKP,” kata AKP Donny K Bara’langi.

Lebih lanjut Donny menyampaikan, dalam adegan tersebut, diketahui tersangka memukul korban beberapa kali. Pertama korban dipukul dua kali menggunakan gagang cangkul yang didapat dari dalam toko. Dimana saat itu korban sedang keluar kamar hendak menghidupkan saklar listrik yang berada tepat di depan kamar korban yang dimatikan tersangka.

Saat memukul kedua kalinya gagang cangkul patah dan membuat korban jatuh bersimpuh.  Lalu korban dipukul lagi sebanyak satu kali hingga ambruk tersungkur. Tersangka lalu melakban kaki korban, selanjutnya masuk ke dalam kamar mengambil uang korban yang ada di dalam dompet korban. 

Setelah itu, tersangka keluar kamar, kemudian mematikan senter milik korban yang jatuh di lantai. Saat itu korban menendang-nendang hingga mengenai kaki pelaku.

Mengetahui korban hendak berontak, pelaku kemudian memukul korban berkali-kali. Namun tersangka tidak mengingat berapa kali pukulan yang diarah korban.

“Pukulan berkali-kali ini dilakukan dalam kondisi gelap, hingga mengenai kepala korban dan mengakibatkan Pak Bisri meregang nyawa,” jelasnya.

Donny menambahkan, seluruh adegan rekonstruksi dirasa telah sinkron dengan pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap tersangka.

“43 adegan yang telah diperagakan, sementara ini semuanya sesuai, dengan pemeriksaan penyidik,” pungkasnya.

Bisri Efendi, pemilik Toko Pak Bisri ditemukan tewas bersimbah darah dengan tangan dan kaki terikat serta kepala tertutup sarung di dalam toko miliknya, Sabtu (27/2/2021) lalu. Korban ditemukan pertama kali oleh karyawan toko sekitar pukul 07.00 WIB. Saat tiba di toko, karyawan tersebut melihat kondisi toko sudah dalam kondisi terbuka. Saat dilihat ke dalam Bisri sudah tergeletak di lantai dengan kondisi bersimbah darah.

Sementara Dwi Kusuma Yudha (21), pelaku yang masih tetangga korban sendiri, berhasil diringkus Satreskrim Polres Blitar dalam waktu 2 hari.  Pelaku dijerat dengan Pasal 339 KUHP subsider 365 ayat 2 angka 1 tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.  Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan 15 tahun penjara. (Fajar AT)

Forkopimda Blitar Gelar Silaturahmi dengan IPSI dan Perguruan Silat se Blitar Raya
Kapolres Blitar Beri Penghargaan 7 Anggota Reskrim
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.