BERITABLITAR.COM – Pelaku pembunuhan Bisri Efendi (71), juragan toko warga Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar tertangkap. Polisi berhasil menangkap pelaku hanya dalam kurun waktu 2 hari. Pelaku Yuda (21), mengaku butuh uang untuk menebus motor miliknya yang digadaikan.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela saat pers rilis di Mapolres Blitar mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan kepada tersangka dapat disimpulkam bahwa tindak pidana yang terjadi adalah pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Motif pelaku mempunyai niat untuk melakukan pencurian di toko tersebut dengan maksud mengambil uang untuk menebus motor yang digadaikan kepada rekannya,” kata AKBP Leonard M. Sinambela, Kamis (4/3/2021).

Lebih lanjut Leonard menyampaikan, semua alat yang digunakan pelaku untuk melakukan kejahatan ada di dalam toko. Diantaranya gagang cangkul, kayu balok yang digunakan untuk memukul korban. Kemudian lakban yang digunakan untuk mengikat tangan dan kaki korban. Serta aluminium foil yang digunakan untuk menutup CCTV.

“Semua barang yang digunakan untuk melakukan kejahatan berada di dalam toko. Semuanya merupakan barang dagangan,” jelasnya.

Leonard menambahkan, usai mengambil uang dan membunuh korban, tersangka kemudian dengan leluasa melenggang keluar dari toko melalui pintu harmonika bagian depan toko. Pelaku dengan mudah membuka pintu harmonika, karena menemukan kunci di dalam laci kasir. Usai melakukan aksinya tersangka langsung pulang ke rumah kemudian membakar jaket dan celana yang dipakai saat melakukan aksi kejahatan.

“Dari keterangan sementara pelaku, setelah dari toko Pak Bisri langsung mandi dan membakar jaket lalu berangkat ke kota untuk menukarkan uang dan kembali lagi ke rumah  lalu tidur,” imbuhnya.

Sementara tersangka Yuda mengaku, jika dia membutuhkan uang sebesar Rp 2,5 juta untuk menebus motor miliknya yang digadaikan.

“Saya butuh uang buat mengambil motor yang saya gadaikan,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 339 KUHP subsider 365 ayat 2 angka 1 tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, Bisri Efendi, pemilik Toko Bisri  ditemukan tewas bersimbah darah dengan tangan dan kaki terikat serta kepala tertutup sarung, Sabtu (27/2/2021) lalu. Korban ditemukan pertama kali oleh
karyawan toko sekitar pukul 07.00 WIB di dalam toko miliknya . Saat tiba di toko, karyawan tersebut melihat kondisi toko sudah dalam kondisi terbuka. Saat dilihat ke dalam Bisri  sudah tergeletak di lantai dengan kondisi bersimbah darah. (Fajar AT).

Kapolres Blitar Beri Penghargaan 7 Anggota Reskrim
Gara-Gara Lupa Cabut Kunci Motor, Nyawa Riyanto Melayang
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.