Nur Huda (43), warga Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, pelaku persetubuhan terhadap lima orang wanita yang masih satu keluarga

BERITABLITAR.COM – Satreskrim Polres Blitar mengamankan Nur Huda (43), warga Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Dia dilaporkan karena melakukan aksi persetubuhan terhadap lima orang wanita yang masih satu keluarga.

Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, awal mulanya pada tahun 2017 korban datang ke rumah pelaku untuk melakukan pengobatan alternatif sakit miom. Selanjutnya pelaku meminta korban untuk membuka baju, dan kemudian dipijat lalu disetubuhi

“Kepada korban pelaku mengaku bisa melakukan pengobatan alternatif. Dengan syarat korban harus mau disetubuhi untuk menghilangkan sakit miom yang diderita korban,” kata Leonard M Sinambela, Rabu (13/1/2021).

Lebih lanjut Leonard menyampaikan, selanjutnya pelaku meminta korban agar tidak berobat di tempat lain, termasuk pengobatan medis. Dengan alasan penyakit yang diderita akan semakin parah jika korban berobat di tempat lain.

“Korban diminta datang untuk pengobatan secara bertahap. Bahkan dari pengakuan persetubuhan sudah dilakukan sebanyak 13 kali,” tandasnya.

Leonard menambahkan, perbuatan pelaku terbongkar saat korban  yang masih berusia 16 tahun meminta uang kepada orang tuanya untuk berobat ke dokter. Namun, karena curiga, ibu korban mendesak korban untuk mengaku.

“Dari sinilah kemudian terbongkar aksi persetubuhan yang dilakukan pelaku terhadap korban,” imbuhnya.

Kapolres Blitar menandaskan, setelah dilakukan pendalaman, ternyata korbannya bukan hanya satu, namun tiga saudara kandung. Bahkan ibu kandung korban juga mengalami hal yang sama.

“Mereka sudah pernah disetubuhi pelaku dengan modus yang sama. Perbuatan pelaku tertutup rapat, karena para korban tidak pernah saling bercerita terkait aksi persetubuhan yang dilakukan pelaku,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor  17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nompr 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Fajar AT)

Bapak dan Anak di Blitar Kerjasama Jadi Maling Motor
Tim Covid Hunter Polres Blitar Kota Evakuasi 16 Pasien Covid-19 ke Rumah Isolasi Pemkot Blitar
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.