Ilustrasi

Oleh : Indah Puji Rukmini Eko Hastuti, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan : Pendidikan Bahasa Indonesia

Bahasa merupakan media komunikasi yang digunakan oleh masyarakat. Selain itu, bahasa sebagai alat bagi masyarakat dalam memperoleh informasi secara lisan maupun tulis. Seperti yang dikatakan Arisanti (2018) Bahasa merupakan suatu alat yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi, berinteraksi serta menyampaikan pendapat. Dengan adanya bahasa maka masyarakat menjadi mudah dalam melakukan komunikasi sehingga terjalin suatu interaksi yang baik.

Dalam berkomunikasi masyarakat sebagai penutur bahasa yang beragam. Keragaman bahasa disebabkan oleh faktor dari perkembangan masyarakat di berbagai aspek kehidupan, salah satunya perkembangan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) yang semakin maju sehingga mengakibatkan adanya perkembangan bahasa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin modern suatu bangsa dan kehidupannya, maka akan semakin berkembang pula bahasanya. Salah satu contoh perkembangan bahasa adalah penggunaan pemendekan kata atau akronim.

Arti dari akronim merupakan singkatan dari gabungan huruf atau suku kata sehingga menjadi sebuah kata yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar. Seperti yang dikatakan oleh Arisanti (2018) bahwa akronim ialah salah satu bagian dari abreviasi, yaitu proses pemendekan yang diambil dari tiap kata maupun suku kata yang dapat dibaca sebagai sebuah kata. Selain itu, juga bisa sebagai proses penanggalan bagian-bagian leksem atau gabungan leksem sehingga menjadi sebuah bentuk singkatan, tetapi tidak merubah makna aslinya (Chaer, 2003). Akronim sebagai salah satu gejala perkembangan bahasa yang terjadi akibat dari berkembangnya iptek pada era globalisasi di kalangan masyarakat.

Dalam perkembangan iptek pada era globalisasi ini memudahkan masyarakat dalam mendapatkan suatu informasi. Globalisasi juga mengakibatkan budaya asing masuk dengan cepat ke dalam suatu negara, tidak terkecuali dengan bahasa. Globalisasi yang ditandai dengan arus komunikasi yang begitu cepat memicu perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, salah satunya bahasa yang bersifat dinamis sehingga mudah untuk mengalami perkembangan, seperti akronim. Penggunaan akronim ini banyak digunakan oleh generasi muda dalam berkomunikasi dengan kelompok komunitasnya atau sebagai media dalam penamaan nama komunitas. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya komunitas yang menyukai karya dari budaya asing, salah satunya Korean pop atau disingkat menjadi K-pop. Pada budaya K-pop terdapat komunitas yang digunakan dalam penyebutan para penggemar. Penyebutan komunitas penggemar di dalam budaya K-pop dijuluki sebagai fanbase.

Fanbase merupakan sekelompok atau kumpulan penggemar yang ditandai oleh perasaan empati dan persahabatan terhadap orang lain yang memiliki minat yang sama. Fanbase K-pop memiliki beragam julukan dalam penamaannya sesuai dengan grup yang disukai. Penamaan fanbase K-pop ini digunakan oleh setiap grup K-pop sebagai penyebutan para penggemarnya. Dalam penamaan fanbase K-pop sering dijumpai bahkan sebagian besar menggunakan bentuk akronim dalam penyebutannya yang memiliki tujuan untuk memudahkan dalam pengucapannya. Penggunaan akronim dalam fanbase K-pop ini tidak lain sebagai bentuk ungkapan atau sebutan dari sang penyanyi untuk para penggemarnya.

Akronim dalam penamaan fanbase K-pop diciptakan untuk lebih memudahkan dalam membedakan dalam setiap penggemar dari grup K-pop. Contoh dari nama fanbase K-pop yang tergolong dalam pemendekan kata atau akronim, seperti Army, Shawol, Moa, Reveluv, Atiny, Alice, Fix, dan Fantasy. Dari penamaan fanbase K-pop ini memiliki makna yang penting bagi penyanyi ataupun penggemarnya.

Army merupakan pemendekatan kata dari fanbase boygrup bernama BTS. Penamaan Army merupakan singkatan dari Adorable Representative MC for Youth. Makna dari nama Army adalah sebagai perwakilan suara atau tindakan untuk membangkitkan semangat positif kepada para pemuda dalam menyuarakan dan mewujudkan impiannya menjadi kenyataan dengan cara kerja keras. Selain itu Army juga memiliki arti sebagai tentara atau militer yang dimaksudkan menjadi pelindung BTS dari stereotip, kritik, dan harapan yang menghantam seperti peluru.

Shawol merupakan pemendekatan kata dari fanbase boygrup bernama SHINee. Penamaan fanbase Shawol ini merupakan singkatan dari  The Shinee World. Makna dari nama Shawol berarti penggemar adalah dunia bagi SHINee. Hal ini dikarenakan bagi SHINee, penggemar sebagai rumah bagi mereka untuk bertukar komunikasi dan tempat untuk menghilangkan rasa lelah dari dunia kerjanya sebagai seorang penyanyi.

Moa merupakan pemendekatan kata dari fanbase boygrup bernama TXT (Tomorrow X Together). Nama fanbase Moa merupakan singakatn dari Moments of Alwaysness. Ada 2 makna dari nama Moa, yaitu makna pertama setiap momen yang dibagikan oleh TXT dan fans kami selalu ada dan selamanya. Kedua, TXT dan fans bersama-sama mengumpulkan setiap fragmen mimpi masing-masing untuk melengkapi mimpi kami sendiri menjadi satu impian. Jadi, nama Moa memiliki arti yang saling berhubungan satu sama lain dalam menggapai impian masing-masing dengan berjalan beriringan dan saling mendukung.

Reveluv merupakan pemendekatan kata dari fanbase girlgrup bernama Red Velvet. Nama fanbase ini merupakan singkatan dari Red Velvet and Luv. Makna dari Reve ialah impian dalam bahasa Prancis dan Luv yang berarti penggemar mencintai mereka dengan tulus. Jadi, dengan dinamakan Reveluv ini penggemar dapat membantu mewujudkan impian Red Velvet menjadi sebuah kenyataan dan memberikan cinta serta dukungan secara tulus satu sama lain.

Atiny merupakan pemendekan kata dari fanbase boygrup bernama Ateez. Nama dari Atiny merupakan singakatan dari Ateez and Destiny. Makna dari Atiny ini ialah Ateez dan penggemar telah ditakdirkan untuk bertemu. Maksud dari arti tersebut bahwa antara penyanyi dan penggemar memiliki hubungan yang erat sehingga ditakdirkan bertemu dan menghabiskan waktu yang lama dengan saling bepegangan tangan satu sama lain.

Alice merupakan pemendekatan kata dari fanbase  boygrup bernama Victon. Nama dari Alice ini singakatan dari Always We Love the Voice. Arti dari nama Alice ini ialah penggemar akan selalu menyukai suara mereka. Hal ini berkaitan erat dengan nama asli boygrup tersebut yang diambil dari Voice of New World. Adanya pembentukan nama penggemar yang dinamakan Alice maka penggemar mampu memberikan dukungan penuh kepada lagu yang sudah mereka buat.

FIX merupakan pemendakatan kata dari fanbase boygrup bernama CIX. Nama FIX merupakan singkatan dari Faith in X yang memiliki arti antara penyanyi dan penggemar saling percaya dan terus bersama hingga akhir. Makna yang terkandung dalam nama FIX ini untuk memberikan kepercayaan yang besar terhadap satu sama lain, saling mendukung, dan melimpahkan cinta sampai waktu berakhir.

Fantasy merupakan pemendekan kata dari fanbase boygrup SF9. Nama Fantasy ini merupakan singkatan dari Fantasy Accompany Next Together Affect SF9 You.  Arti dari nama Fantasy itu sendiri menunjukkan bahwa penggemar adalah wujud dari imajinasi mereka dan SF9 akan menjadi bagian dari harapan para penggemar. Selain itu, mereka juga ingin memiliki kenangan indah dengan penggemar yang tidak akan terlupakan. Jadi, dengan nama ini SF9 berharap para penggemar dapat menjadikan mereka sebagai harapan untuk mendapatkan motivasi atau semangat dalam mengejar impian.

Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan akronim dalam penamaan fanbase K-pop ini memiliki makna yang mendalam antara penyanyi dan penggemar. Makna tersebut sebagai dorongan untuk penggemar mengejar impian dan mewujudkannya dengan bekerja keras seperti yang dilakukan oleh artis K-pop yang disukai. Hal ini diharapkan memberikan dampak positif bagi para pemuda untuk semangat dalam meraih kesuksesan dan melakukan hal-hal yang positif dalam kehidupannya dan lingkungan sekitar. (*)

Bertemu Sandiaga, Bamsoet Ajak Kemenparekraf Kembangkan Sport Automotive Tourism Bersama IMI
Anggota Komisi IV DPRD RI Dapil Jatim VI Jaring Aspirasi Petani dan Nelayan Blitar
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.