Perwakilan Perempuan Peduli Petani dan Buruh Blitar, Khusnul Hidayati meletakkan karangan bunga di depan pintu masuk DPRD Kota Blitar

BERITABLITAR.COM – Perwakilan Perempuan Peduli Petani dan Buruh Blitar memberikan sebuah karangan bunga duka cita ke Kantor DPRD Kota Blitar, Selasa (6/10/2020). Ini sebagai bentuk duka cita dan penolakan atas pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja oleh DPR RI pada Senin (5/10/2020) kemarin.

Perwakilan Perempuan Peduli Petani dan Buruh Blitar, Khusnul Hidayati usai meletakkan karangan bunga di depan pintu masuk DPRD Kota Blitar mengatakan, aksi mengirim bunga secara spontan ini merupakan wujud keprihatinan, karena Omibus Law UU Cipta Kerja sudah disahkan DPR RI dan prosesnya sangat cepat.

“Pengesahan ini terkesan terburu-buru dan lebih memihak pada investor bukan berpihak pada rakyat,” kata Khusnul Hidayati.

Lebih lanjut Khusnul menyampaikan, jika mengacu beberapa negara yang juga pernah mengesahkan Omnibus Law prosesnya cukup panjang. Bahkan pembahasan bisa mencapai lima tahun. Sementara di Indonesia hanya satu tahun. 

“Omnibus Law UU Cipta Kerja tidak hanya berdampak pada buruh dan petani. Tapi, UU ini akan berdampak kepada semua elemen masyarakat. Karena penguasaan lahan dilos untuk investor. Perpanjangan HGU dan sebagainya tidak menghargai proses amdal, tidak menghargai tanah petani, dan tanah adat,” jelasnya.

Khusnul menambahkan, sedangkan dampak terhadap buruh,  UU Cipta Kerja menghilangkan uang lembur, hak cuti, dan outsourcing tanpa batas waktu.

“Wakil rakyat yang kami harapkan menjadi tumpuan rakyat untuk menyampaikan aspirasi ternyata nol besar. Karangan bunga ini bentuk duka cita kami terhadap kerja DPR,” pungkasnya. (Fajar AT)

Polres Blitar Juara II Lomba Kampung Tangguh Semeru dan Lomba Cipta Lagu Pop Peduli Keselamatan
Oknum PNS Dishub Kabupaten Blitar Cabuli Anak Angkat Hingga Hamil
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.