Kasatreskrim Polres Blitar AKP Donny Kristian Bara Langi

BERITABLITAR.COM – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Blitar diamankan Satreskrim Polres Blitar. Dia diamankan polisi lantaran dilaporkan telah menghamili anak angkatnya hingga berakhir digugurkan. Kasus ini berhasil diungkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar.

Kasatreskrim Polres Blitar AKP Donny Kristian Bara Langi mengatakan, onkum PNS tersebut adalah F alias AAG (56). Dia bertugas sebagai staf Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Unit II Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar di Kecamatan Wlingi.

“Terungkapnya kasus ini, berawal dari adanya laporan di Polsek Wlingi beberapa hari lalu. Kakak korban melaporkan adiknya baru saja mengalami keguguran. Karena kasusnya menyangkut anak di bawah umur, maka dilimpahkan ke Unit PPA Polres Blitar,” kata AKP Donny Kristian Bara Langi, Sabtu (03/10/2020).

Lebih lanjut Donny Kristian menyampaikan, setelah dilakukan penyelidikan, terungkap pelaku dugaan pencabulan berinisial F (55) warga Jalan Galunggung, Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Pelaku, tercatat sebagai PNS pada Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar. Sedangkan korbannya berinisal AY (16), siswi kelas 10 SMA yang merupakan anak angkat pelaku sejak 4 tahun lalu.

“Dari fakta yang kami dapat di lapangan, korban berinisial AY berusia 16 tahun ini disetubuhi oleh ayah angkatnya yang seorang PNS di Pemkab Blitar,” jelasnya.

Donny menambahkan, peristiwa pencabulan terhadap siswi kelas 10 SMA yang merupakan anak angkat ini, terjadi sekitar akhir Juni 2020 lalu. Hingga akhirnya korban AY diketahui hamil, kemudian diduga digugurkan. Kejadian kegugurn ini yang sedang didalami oleh penyidik, apakah keguguran alami atau sengaja dilakukan aborsi.

“Saat itu, pelaku pulang dalam kondisi mabuk, kemudian menuju kamar korban dan terjadilan persetubuhan tersebut. Dan bagaimana sampai bisa terjadi keguguran janin yang diperkirakan berusia sekitar 1,5 bulan tersebut sedang kita dalami lagi,” pungkas Kasat Reskrim Polres Blitar.

Sementara Kepala Dishub Kabupaten Blitar, Toha Mashuri ketika dikonfirmasi atas kejadian tersebut mengatakan, bahwa dirinya belum menerima surat resmi dari kepolisian terkait hal itu.

“Iya memang benar ada staf pengujian di PKB Unit II Wlingi yang berinisial F. Tapi saya belum menerima surat resmi, pemberitahuan dari polisi mengenai kasus tersebut,” jelas Toha Mashuri.

Toha mengaku, pihaknya  masih menunggu surat atau pemberitahuan mengenai status F alias AAG dari kepolisian.

“Apakah ditahan atau tidak, lalu proses hukumnya sudah sejauh mana. Setelah itu baru kami akan lapor ke atasan (bupati)  untuk tindak lanjut berikutnya,” tegas Kepala Dishub Kabupaten Blitar. (Fajar AT)

UU Cipta Kerja Disahkan DPR RI, DPRD Kota Blitar Dapat Kiriman Bunga Duka Cita
Dituding Maki Maki Kasat Sabhara, Ini Kata Kapolres Blitar
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.