Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam

BERITABLITAR.COM – Lisminingsih – Teteng RC, pasangan calon (paslon) jalur perseorangan atau independen dalam Pilwali Kota Blitar 2020 mengajukan keberatan atas keputusan KPU Kota Blitar. Paslon jalur perseorangan ini dinyatakan tidak lolos jumlah syarat dukungan minimal sejumlah 11.355 oleh KPU Kota Blitar.

KPU Kota Blitar mencatat, dari jumlah syarat dukungan minimal sejumlah 11.355, paslon Lisminingsih – Teteng RC pada tahap pertama, hasil verifikasi faktual (verfal) hanya  mengumpulkan 5.469 dukungan. Kemudian pada tahap perbaikan kedua, paslon Lisminingsih – Teteng RC berhasil mengumpulkan 12.186 dukungan. Namun setelah proses verfal hasilnya yang lolos 10.018 atau kurang 1.337 dari jumlah minimal dukungan untuk lolos calon independen dalam Pilwali Kota Blitar sebanyak 11.355.

Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam mengatakan, adanya laporan keberatan paslon Lisminingsih – Teteng RC ke Bawaslu Kota Blitar terkait adanya dugaan hilangnya dukungan dalam proses verfal yang dilakukan oleh KPU Kota Blitar. Ada 6 keberatan yang disampaikan kepada Bawaslu.

“Semua keberatan itu sudah kami siapkan penjelasan berikut datanya. Adanya laporan keberatan tersebut, karena tidak paham proses verifikasi faktual (verfal) dukungan. Sehingga muncul dugaan dukungannya dihilangkan,” kata Choirul Umam, Selasa (8/9/2020).

Choirul Umam menandaskan, hilangnya dukungan tersebut terjadi karena tidak paham proses verfal dukungan yang dilakukan oleh petugas PPS. Sehingga muncul dugaan-dugaan yang sebenarnya tidak benar

“Contoh, adanya kehilangan dukungan di salah satu kelurahan sebanyak 20 orang. Ini berawal dari pendukung yang didatangkan tim paslon, misalnya 90 orang. Namun sesuai daftar hadir yang datang sebanyak 80 orang. Sedangkan dari 80 orang tersebut tidak semuanya menyatakan mendukung paslon tersebut. Misalnya ada 10 yang tidak mendukung atau namanya tidak masuk Daftar Pemilih. Hal seperti ini yang tidak dipahami,” papar Umam.

Umam menambahkan, sedangkan 15 orang yang tidak mendukung tersebut, juga sudah diminta untuk membuat pernyataan.

“Jika tidak masuk daftar pemilih, kita juga verifikasi ke Dispendukcapil. Kalau tidak dikeluarkan Berita Acara notifikasi dari Dispendukcapil, tetap kita verfal juga. Jadi semuanya sudah sesuai mekanisme dan aturan yang ada. Hal seperti ini yang dipersoalkan paslon Bu Lisminingsih dan Pak Teteng,” imbuhnya.

Choirul Umam menyebut, agar bisa memahami proses verfal dukungan, serta bagaimana prosesnya, sebenarnya pada tahap awal juga sudah dilakukan sosialisasi dan Bimtek kepada tim paslon.

“Untuk menjawab semua keberatan yang diajukan ke Bawaslu, kami sudah menyiapkan semua data dan dokumen, serta penjelasan,” pungkas Ketua KPU Kota Blitar. (Fajar AT)

Bakal Cawali dan Cawawali Kota Blitar Ikuti Tes Kesehatan di RS Saiful Anwar Malang
Dalam Dua Pekan Operasi Tumpas Narkoba, Polres Blitar Kota Amankan 12 Tersangka
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.