16 unit kamera DSLR dari berbagai type dan 1 buah hand phone yang berada di dalam etalase persewaan kamera yang diambil pelaku

BERITABLITAR.COM – JB (40), warga Desa Bence Kecamatan Garum Kabupaten Blitar diamankan anggota reskrim Polsek Kanigoro. Karyawan swasta ini diamankan petugas lantaran membobol kios persewaan kamera di Jalan Kusuma Bangsa Kanigoro Blitar. Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sebanyak 16 unit kamera DSLR dari berbagai type dan 1 buah hand phone. Atas kejadian pencurian tersebut korban menderita kerugian sebesar Rp. 50 juta.

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh pegawai persewaan kamera ketika membuka kios, Sabtu (18/7/2020 ) sekitar pukul 09.00 WIB. Mengetahui kios persewaan kamera itu dibobol maling, saksi langsung menghubungi pemiliknya.

“Setelah dilakukan pengecekandi dalam kios bersama pemiliknya, ternyata 16 unit kamera DSLR dari berbagai type dan 1 buah hand phone yang berada di dalam etalase, serta uang tunai sebesar Rp 250 ribu di dalam laci kasir sudah tidak ada atau hilang,” kata AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Kamis (23/7/2020).

Lebih lanjut Ahmad Fanani menyampaikan, selain belasan kamera dan HP nya tidak berada di tempat, pemilik juga mendapati pintu belakang toko terbuka lebar.

”Diperkirakan pelaku masuk ke dalam toko dengan mencongkel pintu belakang. Kemudian masuk ke dalam toko dan mendobrak pintu yang terbuat dari plat besi yang hanya di kunci dengan mengunakan satu buah selot dan keluar dengan cara lewat pintu belakang,” jelas Fanani.

Fanani menambahkan, mengetahui hal ini korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kanigoro . Setelah dilakukan penyelidikan, petugas Polsek Kanigoro berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti, sewaktu sewaktu pelaku akan menjual barang hasil kejahatannya. Atas kejadian ini korban menderita kerugian sebesar Rp. 50 juta.

“Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUH  Pidana. Dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara,” pungkas Kapolres Blitar.

Sementara pelaku mengaku, terpaksa melakukan aksi kejahatan itu karena terdesak kebutuhan ekonomi, karena selama pandemi pria pekerja pabrik ini nyaris tidak pernah bekerja sehingga tidak mendapatkan penghasilan.

“Saya harus menghidupi 3 anak saya yang masih kecil, dan istri saya sedang hamil 8 bulan,” akunya. (Fajar AT)

Kapolres Blitar Saluran Bantuan Obat China Dari Kapolda Jatim Untuk Penderita Covid-19
IGD RSUD Ngudi Waluyo Blitar Terancam Ditutup, 30 Orang Nakes Positif Cofid-19
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.