Kepala Kejaksaan Negeri Blitar, Bangkit Sormin, SH. MH

BERITABLITAR.COM – IJ, seorang mubalig kondang asal Jombang ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar. Dia didagwa terlibat dalam kasus penipuan travel haji yang mengakibatkan 650 jemaah mengalami kerugian hingga Rp 4 miliar. Penceramah ini ditahan Kejari Blitar, sejak Kamis 16 Juli 2020 lalu.

Kepala Kejari Blitar, Bangkit Sormin, SH. MH mengatakan, ada dua orang yang didakwa dalam kasus penyalahgunaan penyelenggaraan dana haji tersebut. Selain IJ, Kejari Blitar juga menahan AP, warga Sanankulon, Kabupaten Blitar. Dalam melakukan kegiatan travel haji ilegal ini, kedua terdakwa menggunakan nama CV Barokah Fina.

“Mereka dengan sengaja dan tanpa hak bertindak sebagai penerima pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Padahal, izin usaha CV tersebut hanya sebagai biro perjalanan wisata dan travel. Dua orang ini telah menyalahi Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji,” kata Bangkit Sormin, Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut Bangkit Sormin menyampaikan, melalui CV Barokta Fina tersebut, para calon jemaah haji menyetorkan sejumlah uang untuk biaya haji. Namun ternyata tidak diproses sebagaimana mestinya.

“Karena izin usaha CV Barokta Fina ini hanya biro perjalanan wisata dan travel, maka para calon jemaah haji yang sudah menyetorkan sejumlah uang, tidak mendapatkan nomor antrean haji,” jelas Bangkit Sormin.

Bangkit menandaskan, dalam penyelidikan terungkap ada 650 calon jemaah haji menjadi korban dengan masing-masing jemaah setorannya bervariasi, hingga mencapai sekitar Rp 4 milar. Sementara  terdakwa menetapkan DP biaya haji tersebut minimal Rp 20 juta.

“Uang milik para calon jemaah haji sekitar Rp 4 miliar tersebut, tidak pernah disetorkan ke bank yang ditunjuk pemerintah,” tandasnya.

Bangkit Sormin menambahkan, aksi kedua terdakwa ini terbongkar pada 2017 lalu, setelah salah satu calon jemaah haji menanyakan nomor antrean haji bank yang ditunjuk pemerintah. Namun justru pihak bank meminta untuk melunasi setoran awal.

”Merasa sudah membayar setoran awal, korban kemudian mendatangi rumah AP di Kecamatan Sanankulon. Karena AP tidak bisa mengembalikan uang setoran, korban melaporkan hal ini ke Polres Blitar Kota,” imbuhnya.

Kajari Blitar menambahkan, pihak kepolisian sudah melimpahkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Blitar pada, Kamis (16/7/2020) lalu. Kepada keduanya langsung dilakukan penahanan. Dan akibat perbuatan mereka, kedua terdakwa dijerat Pasal 63 ayat 1 jo Pasal 22 ayat 1 jo Pasal 26 ayat 1 UU No 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Atau Pasal 372 KUHP atau Pasal 378 KUHP.

“Pihak kepolisian sudah melakukan penyerahan tahap 2, yaitu dengan menyerahkan terdakwa IJ da AH ke Kejaksaan. Selanjutnya langsung kami lakukan penahanan terhadap keduanya,” pungkas KajariBlitar. (Fajar AT)

Inisiasi Gerakan PHBS Cegah Covid-19 di Dusun Bulurejo, Wates, Jawa Timur
Hoax Bukan Hal Sepele, Apa yang Harus Dilakukan?
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.