KPU Kota Blitar menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dukungan bakal pasangan calon perseorangan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar 2020

BERITABLITAR.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dukungan bakal pasangan calon perseorangan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar 2020, Senin (20/7/2020).

Hasil verifikasi faktual data dukungan dari tiga bakal pasangan calon perseorangan Pilwali Kota Blitar tidak memenuhi syarat minimal dukungan. Untuk bisa maju di Pilwali Kota Blitar 2020, KPU menetapkan minimal dukungan bakal paslon perseorangan sebanyak 11.355 dukungan.

Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam mengatakan, berdasarkan hasil rekapitulasi, ketiga bakal pasangan calon perseorangan, yaitu pasangan Sumari-Edi Widodo mengumpulkan 1.987 dukungan, Purnawan Buchori-Indri Kuswati mengumpulkan 5.883 dukungan, dan pasangan Lisminingsih-Teteng Rukmocondrono mengumpulkan 5.469 dukungan.

“Hari ini kami menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dukungan bakal pasangan calon perseorangan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar 2020. Semua berjalan lancer, meski tadi ada beberapa keberatan yang disampaikan,” kata Choirul Umam, Senin (20/7/2020).

Choirul Umam menambahkan, beberapa hal keberatan yang disampaikan tersebut, sifatnya administrasi.

“Misalnya tadi yang disampaikan salah satu pasangan bakal calon ada selisih, maka harus dibuktikan. Tanpa ada bukti kita tidak bisa melakukan tindak lanjut,” imbuhnya.

Lebih lanjut Umam menjelaskan, meskipun berdasarkan rekapitulasi ketiga bakal pasangan calon perseorangan tidak memenuhi syarat dukungan minimal, namun KPU Kota Blitar belum bisa mengatakan mereka memenuhi syarat atau tidak karena ada proses perbaikan.

“Karena masih ada tahap perbaikan, maka saat ini  belum bisa dikatakan mereka memenuhi syarat atau tidak. Namun untuk tahap awal dipastikan ketiganya tidak ada yang lolos. Sehingga mereka secara keseluruhan harus melakukan perbaikan,” ujarnya.

Umam menandaskan, untuk  proses perbaikan data dukungan calon perseorangan dilakukan setelah pengumuman hasil rekapitulasi di tingkat KPU pada 22 Juli 2020 mendatang. Prosesnya sama seperti awal yaitu calon perseorangan mengumpulkan data dukungan, verifikasi administrasi, dan verifikasi faktual.

“Bedanya di proses perbaikan ini, data dukungan yang dikumpulkan calon perseorangan harus dua kali lipat dari jumlah kekurangan syarat minimal dukungan. Jadi kalau kurangnya 5.000 dukungan, berarti yang dikumpulkan harus 10.000 dukungan,” tandasnya.

Umam menyebut, dan waktu yang diberikan untuk perbaikan data dukungan calon perseorangan, juga lebih singkat dibandingkan tahap pertama, yaitu hanya 5 sampai 8 hari. Sedangkan untuk proses verifikasi faktual data dukungan, waktunya sekitar 9 hari. 

Selain itu untuk perbaikan proses verifikasi faktual data dukungan dengan cara mengumpulkan warga pendukung, petugas tidak datang ke rumah warga. Waktunya juga lebih pendek dibanding tahap awal.

“Nantinya jika dalam proses perbaikan tetap tidak bisa memenuhi syarat minimal dukungan, maka para calon perseorangan dipastikan tidak bisa mengikuti mendaftar di Pilwali Blitar 2020,” pungkas Ketua KPU Kota Blitar. (Fajar AT)

Kapolres Blitar Beri Pengarahan Kepada Seluruh Bhabinkamtibmas Terkait Pelaksanaan 3T
Kapolres Blitar Kota Silahturohmi Ke DPC Partai Gerindra Kota Blitar
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.