BERITABLITAR.COM  – Pasca diberlakukannya Perwali Nonor 47 Tahun 2020, petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dinhub Kota Blitar, terus melakukan patroli. Sejumlah tempat keramaian menjadi target sasaran petugas gabungan. Salah satunya adalah Warung Internet (Warnet) di beberapa titik Kota Blitar. Petugas mulai melakukan pendisiplinan kepada warga Kota Blitar yang tidak mematuhi protokol kesehatan dengan memberikan sangsi sosial.

Kepala SPKT Polres Blitar Kota, Ipda Yuno Sukaito mengatakan, saat dilakukan pengecekan pihaknya masih menemukan banyak pengunjung yang tidak memakan masker sebagai alat pelindung diri. Bahkan, pemilik tempat usaha seakan juga membiarkan kondisi tersebut, dan tidak memberi teguran pada pengunjung yang kedapatan tidak menggunakan masker.  

“Mereka yang tidak mematuhi protokol kesehatan ini rata-rata adalah anak usia sekolah,” kata Ipda Yuno Sukaito, Selasa (13/7/2020).

Lebih lanjut Yuno Sukaito menegaskan, bagi pengunjung yang tidak mengenakan masker langsung diberi sanksi push up. Sementara pemilik usaha mendapatkan peringatan dari petugas agar menerapkan protokol kesehatan. 

“Kita sudah melakukan himbauan kepada masyarakat dalam beberapa hari terakhir agar mematuhi protokol kesehatan. Begitu Peraturan Walikota Blitar nomor 47 tahun 2020 tentang protokol kesehatan diterapkan otomatis mereka yang kedapatan tak mematuhi protokol kesehatan, salah satunya memakai masker akan dikenai sanksi. Tak hanya warga atau pengunjung, namun pemilik usaha juga akan kena sanksi jika membiarkan pengunjung masuk tanpa mematuhi protokol kesehatan,” paparnya.

Yuno menambahkan, Peraturan Walikota (Perwali) no. 47 th 2020 tentang Penerapan New Normal di masa pandemi Covid-19 ini, sudah mulai diterapkan di Kota Blitar. Adapun isi Perwali tersebut, selain mengatur sanksi bagi masyarakat juga mengatur perusahaan maupun pengelola tempat wisata yang melanggar protokol kesehatan saat penerapan new normal. 

“Pengelola tempat usaha, wisata, dan tempat publik harus menyediakan sarana prasarana protokol kesehatan saat beroperasi kembali,” tandasnya.

Sementara Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan, sanksi bagi pelanggar Perwali no. 47 tahun 2020 bervariasi tergantung tingkat pelanggaran yang dilakukan. Bagi tempat usaha dan tempat wisata misalnya, mereka yang melanggar protokol kesehatan akan diberi sanksi berupa teguran hingga tiga kali sampai penutupan sementara. 

“Bagi tempat usaha dan tempat wisata yang melanggar protokol kesehatan ada sanksi teguran pertama, kedua, ketiga, sampai penutupan sementara,” tegas Santoso.

Santoso menambahkan, selain itu, tempat usaha dan tempat wisata, sanksi sosial juga diberlakukan bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Misalnya, masyarakat yang tidak pakai masker di tempat publik akan diberi sanksi sosial berupa bersih-bersih fasilitas umum maupun diminta push up.

“Sanksi ini sebagai efek jera agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat pemberlakuan new normal,” tegasnya. 

Lebih lanjut Wali Kota Blitar menyampaikan, untuk menerapkan Perwali ini, Pemkot Blitar bekerjasama dengan TNI dan Polri. Petugas akan gencar melaksanakan patroli untuk mendisiplinkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Petugas juga meminta masyarakat mematuhi aturan yang sudah ada.

“Pemberlakuan new normal ini sebagai upaya menumbuhkan kembali ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Dan yang perlu ditegaskan, masyarakat sudah bisa beraktivitas kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Wali Kota Blitar. (Fajar AT)

Kasus Corona di Kota Blitar Terus Bertambah, OTG Cari Surat Sehat Positif Covid-19
Pasar Cangkring Dilounching Kapolres Blitar Kota Jadi Pasar Tangguh
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.