Kiyai sepuh, tokoh dewan suro, tanfidz dan para kader senior, serta pengurus PAC telah mengelar pertemuan untuk mengkonsolidasikan sikap mereka atas pencalonan Henry-Yasin

BERITABLITAR.COM – Munculnya kabar dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Blitar kepada pasangan Henry Pradipta Anwar – Yasin Hermanto mulai membuat internal partai bergejolak. Hal ini muncul lantaran para kader senior dan sesepuh PKB Kota Blitar menilai pencalonan keduanya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Blitar cacat mekanisme. Bahkan dikabarkan  berancang-ancang akan menolak jika DPP PKB mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan Henry – Yasin.

Baca juga : Ketua Tanfidz DPC PKB Kota Blitar Tanggapi Penolakan Dirinya Maju Pilwali

Menyikapi hal tersebut, kiyai sepuh, tokoh dewan suro, tanfidz dan para kader senior, serta pengurus PAC telah  mengelar pertemuan untuk mengkonsolidasikan sikap mereka atas pencalonan Henry-Yasin. Pertemuan ini merupakan puncak kekesalan mereka, karena penolakan  pasangan Henry-Yasin sebenarnya sudah jauh hari menjadi perbincangan di kalangan internal partai.  

Tantowi, kader senior DPC PKB Kota Blitar mengatakan, beredarnya kabar akan dukungan rekomendasi  DPP PKB kepada pasangan Henry- Yasin tersebut, dinilai tidak sejalan dengan semangat PKB Kota Blitar. Dimana PKB Kota Blitar menginginkan adanya calon yang didukung oleh kalangan kiyai dan sesepuh ulama Blitar Kota.

“PKB sangat terbuka terhadap masukan warga Nahdliyyin yang mengharapkan munculnya calon dari kalangan NU,” kata Tantowi, Rabu (24/6/2020).

Tantowi menambahkan, pencalonan Henry-Yasin ini tidak pernah dikomunikasikan dengan Para kiyai sepuh PKB, kader senior, deklarator, bahkan PAC PKB dari tiga kecamatan di Kota Blitar.

“Kami tidak pernah diajak diskusi, namun tiba-tiba keluar nama pasangan itu (Henry-Yasin). Semua prihatin terhadap kondisi PKB Kota Blitar, utamanya saat ini menjelang Pilwali  2020 ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Tantowi menyampaikan, sebelum munculnya nama kedua pasangan calon tersebut, tidak ada ruang komunikasi dengan, kiyai sepuh, tokoh dewan suro, tanfidz, kader senior, deklarator serta pengurus PAC. Tidak adanya komunikasi ini, diduga dimanfaatkan Ketua Tanfidz DPC PKB Kota Blitar, Yasin Hermanto untuk dapat dipasangkan mendampingi Henry sebagai calon Wakil Wali Kota Blitar.

“Selama ini kami tidak pernah disenggol, namun tiba-tiba PKB memunculkan isu bahwa seakan-akan rekomendasi sudah turun kepada pasangan tersebut. Padahal proses untuk menetapkan calon itu luar biasa ketat sekali di aturan main partai. Kami sangat prihatin,” tandasnya.

Menurut Tantowi, terkait prosedur saja pencalonan keduanya sudah cacat organisasi. Mekanisme di organisasi yang harus dilalui seperti musyawarah dengan dewan syuro sebagai penentu, kemudian dengan tanfidz bahkan dengan PAC saja tidak pernah dilakukan.

“Ini cacat organisasi, karena mekanisme seperti musyawarah dengan dewan syuro sebagai penentu, kemudian dengan tanfidz, juga dengan PAC saja tidak pernah dilakukan. Kalau tahapan administrasi mungkin iya sudah ikut penjaringan,” ujarnya. 

Para kiyai sepuh, tokoh dewan suro, tanfidz, kader senior, deklarator serta pengurus PAC menuntut, agar mekanisme dijalankan sesuai aturan partai, serta melibatkan para kader untuk membahas pencalonan Walikota dan Wakil Walikota.

“PKB bukan hanya milik ketua saja kok. Ayo kita obrolkan, kita terbuka,” pungkas Tantowi.

Sebelumnya diberitakan, secara tiba-tiba PKB putar haluan mengusung pasangan putera sulung mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar, Henry Pradipta Anwar, dan dipasangkan dengan

Ketua Tanfidz DPC PKB Kota Blitar, Yasin Hermanto. Hal ini terkuak setelah beredar formulir dukungan dari tim relawan untuk pasangan Henry – Yasin.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan Henry dan Yasin sudah nampak ‘mesra’ di depan publik. Seperti beberapa waktu lalu keduanya terlihat kompak melakukan ziarah ke Makam Bung Karno dan makam Pangeranan.

Adanya  formulir dukungan dari tim relawan untuk Henry dan dirinya maju di Pilwali Blitar 2020 tersebut dibenarkan Yasin. Menurut Yasin, rencananya DPC PKB di Pilwali Blitar 2020, memang mengusung Henry dan dirinya.

“Kami (PKB) berencana mengusung Henry di Pilwali Blitar 2020. Henry merupakan kader baru di PKB. Dari kalangan kiyai sepuh juga sudah ada restu. Kami tinggal menunggu rekom, sewaktu-waktu dibutuhkan, rekom sudah siap,” jelasnya. (Fajar AT)

Polres Blitar Kota Gelar Kerja Bhakti Bersihkan Tempat Ibadah
Dua Pelaku Kasus Pencurian Toko Bangunan Berhasil Ditangkap Polisi
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.