Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti

BERITABLITAR.COM – Dari 22 kecamatan di Kabupaten Blitar, 11 kecamatan dinyatakan masuk zona merah penyebaran penularan Covid-19. Zona merah menandakan, jika di wilayah tersebut ada pasien positif Covid-19. Baik yang masih dalam perawatan maupun sudah dinyatakan sembuh atau telah meninggal dunia. Ke 11 kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Wonodadi, Ponggok, Nglegok, Srengat, Sanan Kulon, Kesamben, Selopuro, Wates, Panggungrejo, Sutojayan dan Kecamatan Bakung.

Bupati Blitar, Rijanto mengatakan, meski dengan kondisi  11 kecamatan masuk zona merah, namun Pemerintah Kabupaten Blitar tetap berencana untuk segera memberlakukan New Normal atau tata kehidupan normal baru. Saat ini Pemkab Blitar telah melakukan berbagai persiapan.

“Secepatnya New Normal akan kami berlakukan. Namun sebelum masuk kesana kita tata dulu pertama perangkat lunaknya serta kesiapan masyarakat,” kata Rijanto, Kamis (18/6/2020).

Lebih lanjut Rijanto menyampaikan, saat ini timnya turun ke objek wisata untuk memberikan pemahaman terhadap pemberlakuan New Normal ini. Selain itu juga ada yang ke pasar.

“Semua kita tata agar siap termasuk ASN harus juga siap. Agar bisa lebih produktif namun bebas dari Covid-19. Mau tidak mau memang kita harus masuk era New Normal,” jelasnya.

Bupati Blitar menegaskan, untuk menuju era New Normal persiapan harus benar-benar  dimatangkan. Agar  tidak ada masalah saat dijalankan.

“Kesiapan akan lebih banyak memakan waktu, karena luas Kabupaten Blitar dibanding daerah lain. Kita punya 22 kecamatan,” ujarnya.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, pihaknya kini tengah menyusun regulasi penerapan normal baru. Nantinya regulasi yang disusun ini diharapkan mampu mengakomodir kepentingan masyarakat luas. Regulasi tersebut nantinya akan dibentuk menjadi Peraturan Bupati (Perbub).

“Kita sedang menyusun aturan. Dimana aturan itu nantinya mengakomodir semua elemen. Seperti pendidikan, tempat ibadah, keagamaan, perkantoran, ASN, pelayananan kesehatan, ekonomi dan lainnya sedang dipersiapkan,” jelas Krisna Yekti.

Krisna menambahkan, sementara sebelum Perbub terbentuk, akan dibuatkan Surat Edaran yang  mengatur kegiatan kemasyarakatan seperti pernikahan dan kegiatan keagamaan.

“Jadi kegiatan yang melibatkan banyak orang, harus dibatasi dan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Seperti wajib pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan,” tegasnya.

Saat ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar mencatat, ada 14 kasus positif Covid-19. Dari data tersebut 3 meninggal dunia 7 sembuh dan 4 dirawat. (Fajar AT)

Anggota Komisi IV DPRD RI Dapil JatimVI Sosialisasikan Penanganan Limbah Infeksius Covid-19
Setelah Jalani Perawatan Akibat Kena Sabit, Seorang Lansia di Blitar Positif Covid-19
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.