Oleh : Sunarni ( Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang )

Di indonesia pademi covid-19 masih terus dalam pantauan. Khususnya Provinsi Jawa Timur yang di update tanggal 02 Juni 2020 angka terkonfirmasi positif covid-19 sejumlah 24.923 ODP 4.108 dalam pemantauan, 6.754 PDP  3.214 dalam pengawasan, 18.792 OTG, 5.132 + 194 baru kasus positif  3.898 masih dirawat, pasien sembuh 799 + 100 baru, dan pasien 429 + 100 baru.

Dengan rincian tersebut pemerintah memberlakukan PSBB, penggunaan masker pada saat di luar rumah, memperketat protokol kesehatan seperti pengecekan suhu badan dan himbauan penyemprotan cairan disinfektan disetiap rumah ataupun jalan.

Pembaharuan untuk tanggal 03 Juni 2020 wilayah Kota Blitar, 3 orang yang berstatus positif covid-19 (1 dirawat, 2 sembuh), 4 orang berstatus PDP, saat ini sembuh semua, dan 209 berstatus ODP (201 orang selesa dipantau, dalam pemantauan 6 orang, dan 2 orang mennggal).

Sedangkan wilayah Kabupaten Blitar 10 orang positif (1 dirawat, 6 sembuh, dan 3 meninggal), 52 orang PDP (4 dirawat, 29 sembuh, dan 19 meninggal), 934 ODP (44 dipantau, 10 dirawat, 861 selesai dipantau 14 hari, dan 19 meninggal.

Adanya hal itu, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan kegiatan ataupun aktivitas pada pademi covid-19. Aktivitas yang dilakukan dapat berupa hal yang positif seperti membantu untuk mencegah adanya pademi covid-19. Aktivitas tersebut diadakan oleh Universitas Negeri Malang melalui KKN, dimana mahasiswa diharapkan mampu melakukan pengabdian pada masyarakat dalam mengembangkan desa ataupun membantu masyarakat dalam menghadapi pademi covid-19.

Pada tahun 2020 ini Universitas Negeri Malang mengadakan KKN tidak seperti tahun sebelumnya, karena dengan adanya pademi covid-19 UM mengadakan KKN pulang kampung dan KKN reguler secara online. Yang mana dalam pelaksanaan KKN online dilakukan pada semester antara.  Pihak Universitas Negeri Malang melakukan pengarahan melalui LP2M (Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat) dan PSWKKN (Pengembangan Sumberdaya Wilayah Dan Kuliah Kerja Nyata) secara daring/online baik melalui ig, youtube, dan google meet.

KKN pulang kampung yang dilakukan oleh mahasiswa asal daerah Blitar, sejumlah 210 mahasiswa yang ditempatkan di Kabupaten Blitar diselenggarakan 6 Kecamatan dan 11 Desa yaitu Desa Kawedusan  Kecamatan Ponggok, Desa Wonorejo Kecamatan Talun, Desa Sumber Kecamatan Sanankulon, Desa Sumberejo Kecamatan Sanankulon, Desa Tingal Kecamatan Gaum, Desa Sumberdiren Kecamatan Garum, Desa Slumbung Kecamatan Gandusari, Desa Soso Kecamatan Gandusari, Desa Semen Kecamatan Gnadusari, Desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi, dan Desa Karangsono Kecamatan Kanigoro.

Masing-masing daerah pasti terdapat program kerja kelompok (proker), hal tersebut dimanfaatkan mahasiwa untuk menuangkan ide atau gagasan yang dimiliki mahasiswa dalam mencegah ataupu melawan pademi covid-19 untuk membentu masyarakat.

KKN pulang kampung yang berada di Desa Karangsono Kecamatan Kanigoro berjumlah 21 orang yang berasal dari beberapa daerah Blitar. Dari 21 orang dibagi menjadi 5 program kerja kelompok  yaitu pembuatan vidio edukasi, pembuatan 1000 masker, kegiatan pendistribusian sembako, pemberian handsanitizer, dan pendistribusian cairan disinfektan.

Salah satu proker yang dilaksanakan oleh kelompok kami yaitu pendistribusian disinfektan yang mana beranggotakan 4 orang yaitu Sunarni, Alim, Melia, dan Nicho. Disinfektan tersebut dibuat sendiri oleh kelompok dengan komposisi bahan yaitu karbol, pemutih pakain, dan pembersih lantai dicampur menjadi satu.

Pembuatan disinfektan tersebut dilakukan sejak 18 mei 2020. Pembelian bahan dilakukan oleh Alim dan Melia yang merupakan anggota kelompok. Pembuatan apabila bentuk sedikit yang diungkapkan oleh Nicho ukurannya 20 ml karbol, 20 ml pemutih pakaian, dan 40 ml pembersih lantai dicampur dengan 1 liter air bersih. Hal tersebut dapat digunakan sebagai cairan disinfektan dirumah dan penyemprotan di jalan.

Pendistribusian cairan disinfektan di desa Karangsono pada hari Rabu 20 Mei 2020 yang diwakili oleh Rifqi Maulana sebagai koordinator desa dan Awang Ari Dewanto sebagai wakil koodinator desa. Cairan disinfektan 10 liter yang diwadai 2 jirigen tersebut nantinya digunakan masyarakat untuk penyemprotang baik jalan ataupun setiap rumah warga desa Karangsono. Seperti halnya yang di ungkapkan bapak kepala desa Karangsono disinfektan tersebut digunakan untuk persiapan untuk penyemprotan sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Respon dari pihak desa yang menyaksikan pendistribusian disinfektan tersebut mendapat apresiasi yang positif pada KKN yang diadakan oleh Universitas Negeri Malang, yang mana walaupun adanya pademi covid-19 mahasiswa mampu melakukan kegiatan yang dapat membantu warga masyarakat melalui program kerja kelompok yaitu  penyediaan cairan disinfektan.

Penyemprotan tepatnya di desa Karangsono ini, dilakukan di 3 Dusun yaitu Munggalan, Soko, Krajan dilakukan 2 kali dalam 1 minggu setiap hari Rabu dan Sabtu (03/6/2020). Hal tersebut yang dipaparkan oleh Kades Karangsono. Penyemprotan disinfektan diambil alih dari masing-masing ketua RT, dengan bantuan warganya. Penyemprotan ini dilakukan oleh 12 orang dari masing-masing RT, tempat yang akan disemprot seperti Masjid, Kantor Kelurahan, Rumah warga, dan jalan raya yang biasa orang masuk. (*)

Kapolres Blitar Cek Kesiapan Ponpes Nurul Ulum Sebagai Pesantren Tangguh Pertama Di Indonesia
Bansos Di Kota Blitar Tak Tepat Sasaran, Komisi II Rekomendasikan Posko Pengaduan Di Tiap Kelurahan
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.