Petugas melakukan pemeriksaan rapid test di sejumlah cafe kedai kopi di Kota Blitar

BERITABLITAR.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Blitar, bersama Polres Blitar Kota dan Kodim 0808 Blitar menggelar rapid test on the spot di sejumlah cafe kedai kopi di Kota Blitar, Sabtu (7/6/2020) malam. Hasilnya, 8 pengunjung dinyatakan reaktif.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, rapid test on the spot ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap penularan COVID-19. Sasarannya sejumlah kafe kedai kopi yang menjadi lokasi nongkrong muda mudi di Kota Blitar.

“Ini kita lakukan dibeberapa tempat, dan langsung dilakukan pemeriksaan rapid test terhadap pengunjung, maupun pengelola. sebagai upaya deteksi dini terhadap penularan COVID-19,” kata AKBP Leonard M Sinambela.

Leonard menghimbau kepada pengelola cafe kedai kopi, untuk sudah melengkapi fasilitas protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Mulai dari tempat cuci tangan, tempat duduknya sudah diatur dengan physical distancing.

“Kami terus menghimbau agar mereka menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti menyediakan tempat cuci tangan, mengatur jarak kursi pengunjung dan tetap memakai masker,” jelasnya

Lebih lanjut Leonard menyampaikan, tak hanya di kafe yang dilakukan pengecekan, pihaknya juga terus melakukan pengecekan ke berbagai pusat keramaian untuk memastikan masyarakat benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

Sementara Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Blitar Hakim Sisworo menyampaikan, hasil rapid test yang digelar di sejumlah kafe kedai kopi di Kota Blitar, mendapatkan 8 pengunjung dinyatakan reaktif.

“Ada 67 orang yang di rapid test. Dari rapid test tersebut ada 8 yang dinyatakan reaktif,” jelas Hakim Sisworo.

Hakim menandaskan, dinyatakan reaktif rapid test memang tidak langsung menunjukkan seseorang terpapar virus Corona. Namun di dalam tubuhnya sudah jelas ada virus dan hal itu harus diwaspadai.

“Bagi mereka yang hasil rapid testnya reaktif, akan ditindaklanjuti dengan rapid test kedua yang dilakukan 10 hari pasca rapid test pertama. Kemudian jika hasilnya tetap reaktif akan dilanjutkan dengan swab test. Selain itu mereka juga diminta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, dan akan dipantau petugas Dinkes Kota Blitar,” jelasnya.

Hakim juga meminta untuk kafe-kafe yang masih minim sarana penunjang protokol kesehatannya seperti tempat mencuci tangan akan tutup sementara 2 hari. Mereka harus membenahi dan menyediakan sarana protokol kesehatan sesuai ketentuan. 

“Semua pelaku usaha harus mengikuti protokol kesehatan. Dan ketika sudah buka kembali,  mereka hanya diperbolehkan menerima pengunjung maksimal 50 persen dari ketersediaan tempat agar bisa menerapkan physical distancing,” pungkasnya. (Fajar AT)

Bansos Di Kota Blitar Tak Tepat Sasaran, Komisi II Rekomendasikan Posko Pengaduan Di Tiap Kelurahan
Hadapi New Normal, TNI Dan Polri Awasi Disiplin Masyarakat Di Titik Keramaian
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.