BERITABLITAR.COM – Pasca 8 warga Kabupaten Blitar meninggal dunia usai pesta minuman keras, Polres Blitar terus melakukan operasi pemberantasan minuman keras hingga ke pelosok desa. Polsek jajaran diminta untuk memburu peredaran miras di wilayah hukum Polres Blitar.

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, bagi Kapolsek yang tidak serius memberantas miras di wilayah hukum Polres Blitar, pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi administrasi hingga ancaman mutasi. Sanksi tersebut dilakukan setelah adanya laporan valid terkait keseriusan petinggi kepolisian setempat dalam memberantas miras oplosan, dan setelah investigasi. 

“Apabila Kapolsek setempat serius menangani miras oplosan kami  juga akan memberikan apresiasi atas keberhasilannya. Namun jik atidak serius, kami tidak segan-segan memberikan sanksi administrasi hingga ancaman mutasi,” kata AKBP Ahmad Fanani, Senin (18/5/2020).

Lebih lanjut Fanani menyampaikan, bahwa pihaknya tidak main – main dalam menangani peredaran miras di wilayah hukumnya. Hal ini sebagai komitmen kepolisian memberantas tindak kriminal yang disebabkan karena miras. Sealin itu juga untuk meminimalisir bahaya akibat miras yang bisa merenggut nyawa,

“Miras ini sangat membahayakan kesehatan masyarakat, dan juga dapat menimbulkan tindak kriminalita. Maka harus ada komitmen tegas,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Polres Blitar telah menangkap seorang pengedar miras oplosan yang mengakibatkan 8 nyawa melayang. Pelaku adalah MK warga Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan. Selain MK, sebanyak 31 penjual miras di wilayah hukum Polres Blitar juga digiring ke Mapolres Blitar. Mereka bakal dikenai sanksi tindak pidana ringan (Tipiring) karena memperjualbelikan minuman keras tanpa izin. (Fajar AT)

Satlantas Polres Blitar Berikan Bantuan Sembako Korban Laka Lantas
Mahasiswa Asal Blitar Meninggal Dengan Status PDP, Usai Pulang Dari Malang
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.