Proses pemakaman seorang mahasiswa asal Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar yang meninggaal dunia dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

BERITABLITAR.COM – Setelah pulang dari Malang, seorang mahasiswa asal Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar meninggaal dunia dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Mahasiswa di salah satu perguruan tinngi di Malang ini meninggal di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, 16 Mei 2020 kemarin.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, pasien laki-laki 23 tahun ini memiliki riwayat, baru pulang dari pada 3 Mei lalu. Kemudian pada Sabtu, 15 Mei dia mengeluh badan panas, mual, nyeri persendian dan sariawan. Kemudian yang bersangkutan periksa ke Puskesmas Udanawu. Karena gejalanya mengarah ke COVID-19 dan punya riwayat dari zona merah, akhirnya pasien dirujuk ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

“Pasien langsung masuk ruang isolasi, kemudian sehari berada di rumah sakit pasien dinyatakan meninggal dunia,” kata Krisna Yekti, Senin (17/5/2020).

Lebih lanjut Krisna menyampaikan, karena pasien masuk sebagai PDP, maka pemakaman dilakukan sesuai protap penanganan pasien Corona. Petugas yang memakamkan menggunakan APD lengkap

“Pasien dimakamkan dengan protokol penanganan pasien Corona oleh petugas rumah sakit,” tandasnya.

Krisna menambahkan, meski belum dinyatakan positif terjangkit virus Corona, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar langsung melacak orang yang pernah kontak erat dengan pasien. Sambil menunggu hasil swab, Dinas Kesehatan melakukan tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak erat dengan pasien.

“Sejauh ini ada tiga orang anggota keluarga yang kontak erat dengan pasien. Mereka diantaranya ayah, ibu dan adik pasien,” pungkasnya. (Fajar AT)

Tak Serius Berantas Miras, Kapolsek di Blitar Terancam Dicopot
Malang Berlakukan PSBB, Komisi III DPRD Kab Blitar Minta Penjagaan Perbatasan Diperketat
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.