BHA, pria 46 tahun warga negara Turki dideportasi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar dan selanjutnya dibawa ke Rudenim Surabaya

BLITAR – Tidak bisa menunjukan paspor asli, BHA, pria 46 tahun warga negara Turki dideportasi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar. BHA hanya memiliki foto Copy paspor kebangsaan Turki nomor U00316209.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Denny Irawan mengatakan, BHA tidak memiliki paspor asli. Namun hanya foto copy paspor miliknya yang masa berlakunya 11 Nopember 2010 sampai 11 Nopember 2020.

“Yang bersangkutan tidak mempunyai paspor asli dan tidak dapat menunjukkan bukti kepengurusan penggantian paspornya di kedutaan,” kata Denny Irawan, Senin (11/5/2020).

Lebih lanjut Denny menyampaikan, selama ini BHA tinggal di rumah mertuanya di Kelurahan Kauman Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar. Sedangkan istrinya bekerja di Bali.

“Hingga saat ini, istrinya bekerja di Bali. Sedangkan BHA tinggal di Kota Blitar di rumah mertuanya,” jelasnya.

Denny menambahkan, berdasarkan data pada aplikasi izin tinggal keimigrasian, diketahui BHA tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Ngurah Rai, pada 05 Januari 2017 menggunakan visa bebas kunjungan yang berlaku selama 30 hari.

“Jadi, BHA melebihi batas waktu izin tinggalnya selama 1.165 hari, jika dihitung dari batas izin tinggal,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, BHA melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Yaitu orang asing pemegang izin tinggal yang telah berakhir masa berlakunya dan masih berada dalam wilayah Indonesia lebih dari 60 hari dari batas waktu izin tinggal.

“BHA dipindahlan ke rumah detensi (Rudenim) Surabaya pada tanggal 5 Mei 2020 lalu. Untuk proses lebih lanjut akan dilaksanakan Rudenim Surabaya,” pungkas Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar. (Fajar AT)

Status PDP, Sopir Truk Telur Blitar-Jakarta Meninggal Dunia
Penjual Miras Oplosan Di Kademangan Yang Sebabkan 8 Orang Meninggal, Dijerat Pasal Berlapis
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.