MK alias Lengkong, penjual minuman keras warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar yang menyebabkan 8 orang meninggal dunia setelah menenggak minuman oplosannya

BLITAR  – Setelah 8 orang dikabarkan meninggal dunia akibat menegak minuman keras oplosan, MK alias Lengkong, penjual minuman keras warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar dijerat dengan pasal berlapis.

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, Lengkong diancam dengan Pasal 204 ayat 1, KUHP tentang Peredaran Miras serta  Pasal 135, pasal 142 UU RI nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. MK diamankan setelah miras oplosan yang dijualnya merenggut korban. Usai menenggak miras oplosan yang dijual Lengkong, 8 nyawa melayang.

“Ada dua pasal yang disangkakan kepada MK dengan ancaman hukuman seumur hidup,” kata AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Jumat (8/5/2020).

Lebih lanjut Fanani menyampaikan, berdasarkan pengakuan saksi dan tersangka yang telah dilakukan pemeriksaan, pihaknya memastikan korban tewas akibat miras oplosan yang dijual Lengkong berjumlah 8 orang.

“Hasil perkembangan penyidikan sampai saat ini korban sebanyak 8 orang. Sedangkan satu orang kondisinya kritis,” jelasnya.

Semnetara MK atau Lengkong, dihadapan petugas mengaku menjual miras oplosan tersebut sudah tiga bulan. Pembelinya warga di sekitar Desa Plosorejo dan Desa Rejowinangun. Dari hasil penjualannya, Lengkong mengaku mendapatkan untung sebesar Rp 12.000 per botol.

“Dalam satu botol air mineral berukuran 1,5 liter saya mencampurkan Alkohol sebanyak 300 mililiter, sisanya diisi dengan air mineral. Tak jarang pembeli juga meminta dicampurkan dengan minuman energi,” jelas Lengkong.

Menurut Lengkong, mendapatkan bahan baku Alkohol dengan kandungan Etanol 90 persen di sebuah toko kue di Jalan Anggrek Kota Blitar. Alkohol tersebut dibeli dalam jumlah literan.

“Saya belinya literan di toko Sari Rasa di Kota Blitar,” ujarnya.

Sementara, menurut pengakuan pemilik toko, jika mendapatkan alkohol dari supplier di Sidoarjo. Selain memeriksa pemilik toko, petugas juga menyita 100 liter alkohol dari toko tersebut.

Untuk mengelabuhi petugas, cairan alkohol dibungkus dengan plastik kemudian dimasukkan ke dalam kardus bahan pembuat kue. Pembeli yang berminat biasa membelinya dengan menyebut kode AL.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 8 warga dari dua desa yakni, Desa Plosorejo dan Desa Rejowinangun Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar meninggal mendadak secara beruntun. Para korban berjatuhan sejak Minggu 3 Mei hingga Selasa 5 Mei 2020. Ada yang meninggal saat dirawat di rumah sakit dengan keluhan sesak nafas adapula yang meninggal sebelum mendapatkan perawatan. (Fajar AT)

Melebihi Batas Waktu Izin Tinggal Selama 1.165 Hari WNA Asal Turki Dideportasi
Polres Blitar Kota Sita 208 Botol Miras Dan Arak Dalam 2 Hari
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.