Petugas menyita berbagai jenis merek minuman keras (miras) yang dijual di warung-warung

BLITAR – Sebagai tindak lanjut adanya 8 orang meninggal dunia akibat minuman keras (miras) oplosan di Kabupaten Blitar, Polres Blitar Kota menggelar operasi miras secara besar-besaran. Operasi pada Kamis (7/5/220) ini, dilaksanakan di seluruh Polsek atau 9 Polsek yang masuk wilayah hukum Pore Blitar Kota.

Adapun sasaran operasi ini di toko-toko, warung-warung  yang disinyalir menjual minuman keras. Selain itu juga di tempat-tempat hiburan. Ratusan botol minuman berakohol berhasil disita petugas.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, kigiatan ini dilaksanakan sebagai upaya penegakan hukum untuk menindak produsen miras, pembuat miras oplosan, penjual miras ilegal dan tempat hiburan yang masih membandel.

“Operasi ini dilakukan serentak. Ini dilakukan, selain untuk antisipasi tinak kejahatan, juga untuk merazia peredaran miras di wilayah hukum Polres Blitar. Baik itu di warung-warung, toko-toko yang  ditengarai menjual berbagia jenis miras,” kata AKBP Leonard M Sinambela, Kamis (7/5/2020).

Lebih lanjut Leonard menyampaikan, kegiatan operasi miras ini akan terus dilakukan, meski sebelumnya telah dilakukan operasi di tempat-tempat karaoke. Kerena tidak ingin kejadian di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, juga terjadi di wilayah hukum Polres Blitar Kota.

”Kita gelar secara serentak, karena kami tidak mau kejadian serupa terjadi di wilayah hukum Polres Blitar Kota. Dan bagi para penjualnya akan kita kenakan tindak pidana ringan (tipiring),” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, 8 orang meninggal dunia akibat menegak minuman keras oplosan, MK alias Lengkong, penjual minuman keras warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Korban berasal dari dua desa yakni, Desa Plosorejo dan Desa Rejowinangun Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Akibat kejadian tersebut, MK alias Lengkong diancam dengan Pasal 204 ayat 1, KUHP tentang Peredaran Miras serta  Pasal 135, pasal 142 UU RI nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Sementara, menurut pengakuan pemilik toko, jika mendapatkan alkohol dari supplier di Sidoarjo. Selain memeriksa pemilik toko, petugas juga menyita 100 liter alkohol dari toko tersebut.

Untuk mengelabuhi petugas, cairan alkohol dibungkus dengan plastik kemudian dimasukkan ke dalam kardus bahan pembuat kue. Pembeli yang berminat biasa membelinya dengan menyebut kode AL.(Fajar AT)

Anak Di Bawah Umur Hamil 8 Bulan Akibat Dinodai Pamanya Sendiri
Ajukan Permohonan Paspor, Pria Asal Bangladesh Kelabuhi Petugas Kantor Imigrasi Blitar
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.