Milon Hossain (42), diduga Warga Negara Bangladesh menjalani pemeriksaan pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejari Blitar secara online

BLITAR – Milon Hossain (42), diduga Warga Negara Bangladesh berusaha mengelabuhi petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, namun aksinya berhasil digagalkan petugas Imigrasi.

Milon mengaku sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) kelahiran Samarinda Kalimantan Timur dengan melampirkan identitas berupa KTP, KK, Akta Kelahiran dan Buku Nikah dengan keterangan identitas bernama Muhammad Main Uddin. Milon, diketahui telah menikah secara siri selama 13 tahun dengan seorang WNI. Bahkan sebulan yang lalu mereka juga mendaftarkan pernikahannya di KUA Kecamatan Wlingi.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Denny Irawan mengatakan, kejadian ini deketahui saat Milon didampingi istrinya yang merupakan seorang WNI pada 12 Februari 2020 lalu mengajukan permohonan paspor RI di Kanim Kelas II Blitar. Kecurigaan petugas muncul saat dilakukan proses pengambilan foto dan sidik jari biometrik serta wawancara.

“Petugas yang melayani saat itu menaruh kecurigaan bahwa yang bersangkutan bukan WNI, dikarenakan dia tidak dapat menjelaskan secara rinci mengenai asal usul, riwayat hidup dan riwayat sekolahnya. Selain itu logat dan aksen bicara melayunya  tidak seperti logat masyarakat pada umumnya,” kata Denny Irawan, Kamis (7/5/2020).

Lebih lanjut Denny menyampaikan, atas kecurigaan tersebut, petugas wawancara lansung melaporkan kepada atasan yang kemudian melakukan pemeriksaan secara mendalam kepada yang bersangkutan dan Isterinya.

“Keterangan yang kami himpun, yang bersangkutan mencoba melakukan permohonan paspor RI di Kanim Kelas II Blitar dengan tujuan supaya bisa kembali ke Malaysia.  Karena sebelumnya dia  masuk ke Indonesia tidak melalui pemeriksaan pejabat imigrasi melainkan melalui pelabuhan tidak resmi di Batam,” jelasnya.

Denny menambahkan, saat ini tim  Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar telah mendapatkan surat P21 atau surat pemberitahuan hasil penyidikan Nomor B.508/M.5.22/Euh 1/04/2020 tertanggal 9 April 2020. Setelah itu pada 5 Mei 2020 telah dilakukan tahap 2 atau pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejari Blitar secara online.

“Terkait dengan dokumen kependudukan berupa KK, KTP,  Akta Kelahiran dan Buku Nikah akan kami jelaskan lebih lanjut setelah proses persidangan,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya Milon Hossain terjerat pasal 126 huruf c UU no 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian denganancaman hukuman penjara 5 tahun.  (Fajar AT)

Polres Blitar Kota Razia Penjual Miras Di Warung-warung
Bocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Lekso
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.