Ketua Ikatan Dokter Indoesia (IDI) Cabang Kota Blitar, dr. Mafrurrchim Hasyim MARS

BLITAR – Ikatan Dokter Indoesia (IDI) Cabang Kota Blitar dan Dinas Kesehatan Kota Blitar minta maaf atas kejadian seorang ibu hamil kesulitan memeriksakan kandungannya. Bahkan ibu hamil tersebut ditolak 2 dokter kandungan dari 2 rumah sakit swasta, dengan alasan memiliki riwayat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona atau Covid-19.

Baca juga : Punya Riwayat PDP Negatif, Ibu Hamil Di Blitar Kesulitan Periksa Kandungan

Padahal si ibu hamil ini sudah menjalani isolasi dan perawatan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dan hasil pemeriksaan Laboratorium Covid-19 oleh BBTKLPP Surabaya menyatakan, bahwa dia negatif Covid-19 dan diperbolehkan pulang.

Menaggapi kejadian tersebut, Ketua IDI Cabang Blitar, dr. Mafrurrchim Hasyim MARS mengatakan, kejadian tersebut karena ada sedikit kesalafahaman terkait dengan surat bebas PDP hasil pemeriksaan Laboratorium Covid-19 oleh BBTKLPP Surabaya yang menyatakan negatif Covid-19.

“Ya ini  karena ada sedikit kesalah fahaman terkait dengan surat bebas PDP. Semestinya begitu 2 kali negatif hasil swap nya langsung bisa dikeluarkan surat bebas PDP nya. Sementara sampai saat itu belum ada kesepakatan tentang pengeluaran surat bebas PDP, karena dianggap tidak penting,” kata dr. Mafrurrchim Hasyim, Sabtu (25/4/2020).

Hasyim yang juga menjabat Direktur RS Syuhada Haji Kota Blitar ini menandaskan, setelah mempelajari kronologis dari kejadian ini, IDI akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Jadi yang perlu dikaji dan dibenahi, yaitu prosedur surat keterangan sehat atau hasil tes untuk pasien. Yang seharusnya diberikan langsung pada pasien atau harus ada permintaan. Sehingga pasien tidak kesulitan, ketika butuh pelayanan kesehatan dikemudian hari, ” tandasnya.

Hasyim menyebut, setelah mendapatkan pelayanan dari RS Syuhada Haji Kota Blitar, kondisi ibu Pertiwi yang membutuhkan pemriksaan kandungan bisa dilayani dengan baik.

“Terakhir, informasi yang kami terima ibu Pertiwi sudah dilakukan pemeriksaan kondisi kandungannya oleh dr Novi,” ujarnya.

Lebih lanjut dr. Hasyim menyampaikan, atas ketidaknyamanan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan untuk ibu hamil tersebut, pihaknya meminta maaf.

“Kami dari IDI mohon maaf yang sbesar-besarnya atas kurang baiknya koordinasi ini dan mohon bisa dimaklumi. Intinya dari IDI kami minta maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut,” tandasnya.

Hasyim menambahkan, dengan kondisi pendemi Covid-19  seperti ini, memang dokter-dokter pun  banyak yang takut dengan covid-19.

“Dikhawatirkan dengan kondisi seperti ini, ada pasien yang kurang koperatif dan sebagainya,” imbuhnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, dr Muhammad Muchlis menjelaskan, bahwa maksud dari dokter adalah bukan menolak. Tapi penerapan sikap kehati-hatian dokter, pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Menimbulkan perbedaan persepsi, sehingga menjadi salah paham.

“Jika ketidakpahaman pasien terhadap prosedur kesehatan saat wabah Covid-19, serta kebutuhan akan pelayanan kesehatan pasien bisa mengakibatkan perbedaan pendapat,” ujarnya.

Muchlis menambahkan, kedepannya pihaknya akan berusaha tidak ada lagi kejadian serupa.

“Kami dari jajaran Dinkes Kota Blitar dan fasilitas pelayanan kesehatan baik, dokter praktek perorangan, puskesmas, klinik, dan rumah sakit akan meningkatkan efektifitas koordinasi bersama. Untuk saling introspeksi diri dan saling mengingatkan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Yoppy, suami pasien (Petiwi Anggraeni), mengeluhkan jika istrinya  yang sedang hamil muda ini, pada awal April 2020, memiliki riwayat pernah ke Surabaya dan mengalami gejala klinis mirip Covid-19. Bahkan sampai menjalani isolasi dan perawatan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar istrinya menjalani 2 kali Swab Test, dan hasil pemeriksaan Laboratorium Covid-19 oleh BBTKLPP Surabaya menyatakan, bahwa istrinya negatif Covid-19 dan diperbolehkan pulang.

Dengan riwayat ib Pertiwi Anggraeni tersebut, 2 dokter kandungan dari RS swata di Kota Blitar menolak untuk melakukan pemeriksaan kandungannya. Dengan alasan tidak membawa surat keterangan sehat atau negatif Covid-19 dari Dinas Kesehatan. (Fajar AT)

Satlantas Polres Blitar Halau Balik Kendaraan Luar Kota Yang Masuk Wilayah Blitar
Berkat Pendataan Pendatang Terkait Corona, Polres Blitar Kota Ringkus Dua Pelaku Pencurian Spesialis Mobil
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.