Sukadi dan Atok pelaku pencurian spesialis mobil antar kota diamankan di Mapolres Blitar Kota besrta barang bukti

BLITAR – Satreskrim Polres Blitar Kota berhasil meringkus dua pelaku pencurian spesialis mobil. Penangkapan ini terungkap berkat pendataan terhadap pendatang terkait pencegahan virius Corona atau Covid-19.

Meraka adalah Sukadi (46), warga Ngantang Kabupaten Malang, dan Kusrianto alias Antok (41), warga Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keduanya langsung digelandang ke Mapolres Blitar Kota.

Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Ardy Purboyo mengatakan, kejadian ini terungkap saat Ketua RT sedang mendata pendatang terkait pencegahan Virus Corona di sebuah rumah kos yang ditinggali Sukadi. Dan saat melakukan pendataan, Ketua RT curiga karena gelagat Sukari mencurigakan, kemudian melapor ke polisi. Setelah dilakukan penyelidikan petugas menangkap orang yang dicurigai tersebut dan menemukan 1 unit kendaraan Pick Up L300 warna hitam di Desa Maliran Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.

“Petugas mengamankan orang tersebut dan setelah dilakukan introgasi orang tersebut mengaku bernama Sukadi dan telah mengaku melakukan pencurian Pickup (L300). Dan dari penangkapan ini, terungkap jika Sukadi merupakan DPO spesialis mobil antar kota,”  kata AKP Ardy Purboyo, Jumat (24/4/2020).

Lebih lanjut Ardy Purboyo menyampaikan, hasil pengembangan Sukadi megakui, jika dirinya melakukan pencurian tersebut bersma temannya yaitu Kusrianto alias Antok, warga Desa Jatilengger Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Kemudian Antok ditangkap di rumah istrinya, di Desa Panjer Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung.

“Antok ditangkap di rumah istrinya di Desa Panjer Ngunut Kabupaten Tulungagung beserta barang bukti 1 unit Suzuki Carry yang dicurinya di wilayah Kediri,” jelasnya.

Saat dimintai keterangan keduanya mengaku memiliki peran masing-masing dalam melancarkan aksinya. Sukadi yang sudah empat kali keluar masuk penjara merupakan eksekutor. Kemudian memberikan mobil curian itu kepada Antok yang juga seorang residivis. Antok berperan sebagai penadah sekaligus menjual hasil curian. Hasil penjualan kemudian dibagi dengan Sukadi.

Akibat perbuatannya, keduanya dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling banyak 7 tahun penjara. Kini Sukadi dan Antok kembali masuk bui. (Fajar AT)

Ibu Hamil Di Blitar Kesulitan Periksa Kandungan, IDI dan Dinkes Minta Maaf
Plt Walikota Perintahkan Hentikan Pekerjaan Kios, Pelaksana Tetap Lanjutkan
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.