Dengan APD lengkap, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Blitar dan Perhimpunan Dokter Umum Blitar membagikan masker ke Pasar Pon Kota Blitar

BLITAR – Ditengah mewabahnya pandemi virus Corona atau Covid-19, Alat Pelindung Diri (APD) khususnya masker sangat dibutuhkan masyarakat. Namun di lapangan banyak masyarakat yang belum menggunakan masker. Hal ini karena masyarakat sulit untuk mendapatkan masker tersebut.

Melihat kondisi seperti itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Blitar dan Perhimpunan Dokter Umum Blitar, sudah tidak sabar lagi menunggu aksi maskerisasi masyarakat dari Pemerintah Kota Blitar. Untuk itu mereka bergerak sendiri, karena semakin cepatnya penyebaran Covid-19 ini.

Ketua IDI Cabang Blitar, dr. Mafrurrchim Hasyim MARS mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah  mengajukan surat permintaan dan permohonan maskerisasi masyarakat ke pemerintah kota Blitar dan tembusannya  ke DPRD Kota Blitar. Namun sampai saat ini belum ada respon.

“Kita berpacu dengan waktu. Sebantar lagi daerah-daerah yang lain sudah menerapkna Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Jadi sangat mungkin akan merambah ke Kota Blitar. Untuk perlu sekali segera dilakukan maskerisasi masyarakat, dan upaya paksa oleh Pemkot Blitar pada masyarakat untuk mengenakan masker,” kata dr. Mafrurrchim Hasyim MARS, Kamis (23/4/2020).

Lebih lanjut Hasyim menyampaikan, meski sebenarnya para dokter itu sudah kesulitan untuk memproteksi dirinya  untuk memberikan APD, karena ketersediaan yang terbatas dan sulit didapatkan. Untuk itu IDI Kota Blitar dan para dokter terjun langsung ke jalan-jalan, pasar-pasar, perempatan lampu merah, untuk membagikan masker.

“Kami sudah menyiapkan sebanyak 2500 masker, dimana pengadaannya dari iuran para anggota IDI dan Perhimpunan Dokter Umum Blitar, juga donatur dari para pengusaha di Blitar. Semoga dengan gerakan ini permohonan maskerisasi masyarakat segera bisa terealisasi,” tandas Hasyim.

Dokter Hasyim menmbahkan, gerakan pemberian masker ini sebagai upaya untukproteksi dokter juga. Artinya kalau masyarakat terjangkit siapa lagi yang paling berpotensi  untuk ditulari oleh virus ini.

“Untuk itu kami rela berpanas-manas terjun ke tengah masyarakat secara langsung,” pungkas Hasyim. (Fajar AT).

Plt Wali Kota Blitar Dinilai Abaikan Rekomendasi DPRD Kota Blitar Terkait Pembangunan Kios
Di Kabupaten Blitar, 4 ODP Meninggal, Satu Diantaranya Baru Melahirkan
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.