Plt. Wali Kota Santoso memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak virus Corona atau Covid-19

BLITAR – Sejumlah anggota DPRD Kota Blitar melayangkan kritikan pedas terkait pembagian bantuan sembako bagi warga terdampak pandemi Corona atau Covid-19 oleh Pemerintah Kota Blitar beberapa waktu lalu. Bahkan warga masyarakat dan nitizen juga banyak yang mengkritik dengan apa yang telah dilakukan Plt. Wali Kota Blitar, Santoso.

Baca juga : Plt Wali Kota Blitar Langgar Maklumat Kapolri, Dewan Geram

Plt Walikota Blitar dinilai tidak mengindahkan Maklumat Kapolri Nomor:  Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona ( Covid-19). Lantaran dia mengumpulkan banyak orang di gedung kesenian Kota Blitar, dan beberapa tempat lainnya, saat pembagian bantuan sembako kepada warga terdampak wabah Cocvid-19.

Menanggapi kritikan tersebut, Plt Walikota Blitar, Santoso memberi pembelaan. Dia menyebut, jumlah sasaran pembagian bantuan sembako cukup banyak sehingga saat itu teknisnya adalah dengan mengumpulkan warga di suatu tempat untuk dibagikan bantuan sembako.

“Meski mengumpulkan massa Pemkot tetap menerapkan Physical Distancing dan menyediakan tempat cuci tangan bagi warga yang datang. Prosesnya pun diawasi petugas TNI dan Polri,” kata Santoso, Senin (20/4/2020).

Lebih lanjut Santoso menyampaikan, kehadirannya dalam penyaluran bantuan sembako itu juga bukan karena kepentingan politik. Namun dia ingin memastikan bantuan benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ini kan jumlahnya banyak sekitar 14.000 paket. Kalau dor to dor kasian petugasnya. Ini juga demi kepentingan masyarakat. Mereka butuh bantuan secepatnya, bukan karena kepentingan politik,” tandasnya.

Santonso menambahkan, untuk pembagian berikutnya, pihaknya akan mengubah teknis penyaluran bantuan. Teknisnya secara simbolis Pemkot menyerahkan kepada perwakilan warga. Kemudian bantuan sembako akan didrop ke masing-masing kelurahan untuk disalurkan ke alamat warga yang menerima by name by address.

“Untuk selanjutnya, kami ubah teknisnya.  Saya membagi secara simbolis kepada warga, selanjutnya akan didrop ke kelurahan. Kemudian langsung dibagikan by name by address. Teknis ini bisa memotong rantai pengumpulan orang banyak,” pungkas Plt. Wali Kota Bliatr. (Fajar AT)

Di Tengah Kepanikan Masyarakat, Maling Asal Surabaya Curi Vitamin di 11 Supermarket
Diduga Lecehkan Maklumat Kapolri, Advokat JTM Laporkan Pejabat Pemkot Blitar Ke Polisi
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.