Wakapolres Blitar, Kompol Arif Kristanto bersama tersangka MS di Mapolres Blitar

BLITAR  – Setelah bebas dari program asimilasi dan pembebasan bersyarat akibat wabah Covid-19, tiga orang narapidanadi Blitar kembali berulah. Mereka melakukan aksi pencurian sepeda motor di pasar sayur Kecamatan Wlingi beberapa waktu lalu. Satu orang berhasil diamankan, dua lainnya hingga kini masih diburu petugas kepolisian.

Wakapolres Blitar, Kompol Arif Kristanto mengatakan, para pelaku melakukan aksi pencurian, Sabtu (4/4/2020) atau sehari setelah bebas dari Lapas Kelas II B Blitar.

“Kejadian pencurian ini terjadi sehari setelah pelaku dibebaskan dari Lapas yaitu setelah ada program asimilasi dan pembebasan bersyarat akibat wabah Covid-19,” kata Kompol Arif Kristanto, Senin (20/4/2020).

Lebih lanjut Arif Kristanto menyampaikan, MS dan dua orang rekannya melakukan aksi pencurian  di Pasar Sayur Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

“Dia babak belur dihakimi massa setelah terpergok membawa kabur sepeda motor milik seorang pedagang sayur,” jelasnya.

Arif menambahkan, sebelumnya korban yang bernama Miswanto (42), datang ke pasar Sayur Wlingi untuk menjual dagangannya. Dia memarkir motor Suzuki Satria FU di luar pasar. Korban kemudian mengantar sayuran dagangannya. Tak berselang lama korban kembali dan tidak mendapati motornya berada di tempat semula. Beruntung korban melihat dua orang tak dikenal sedang menuntun sepeda motor miliknya. Korban kemudian berteriak maling hingga pelaku langsung kabur meninggalkan sepeda motor miliknya di tengah jalan.

“Warga yang melihat kejadian itu kemudian beramai-ramai mengejar pelaku. Satu pelaku tertangkap warga dan sempat dihadiahi bogem di bagian wajah. Sementara  pelaku lainnya barhasil kabur,” jelas Wakapolres Blitar.

Sementara berdasarkan pengakuan pelaku MS (32) yang tertangkap, dia bersama kedua temannya nekat kembali melakukan pencurian, karena setelah keluar dari Lapas tidak memiliki uang. Sebelumnya dia ditahan di Lapas Kelas II B Blitar karena kasus penjambretan dengan vonis 1 tahun penjara. Sebelum dibebaskan dia telah menjalani setengah masa hukuman.

Pria yang berasal dari Kabupaten Sumenep, Madura itu mengaku tidak punya biaya kembali ke Sumenep, hingga akhirnya nekat kembali melakukan tindak kriminal.

“Rencanannya buat biaya pulang kampung ke Sumenep. Karena setelah keluar saya gak lagi punya uang untuk biaya pulang,” ujar MS.

Lebih lanjut MS mengaku, dari tiga orang pelaku tersebut dua berasal dari Lapas Kelas II B Blitar. Sementara satu dari Lapas Tulungagung. Begitu bebas mereka membuat janji untuk bersama-sama melakukan aksi kriminal di wilayah Kabupaten Blitar.

“Saya dan satu orang teman saya dari Lapas Blitar. Yang satu lagi dari Lapas Tulungagung,” tandasnya. (Fajar AT)

Diduga Lecehkan Maklumat Kapolri, Advokat JTM Laporkan Pejabat Pemkot Blitar Ke Polisi
Nekat Pulang Kampung Ke Blitar, 11 Pemudik Jalani Karantina 14 Hari
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.