Plt. Wali Kota Blitar Santoso mengumpulan banyak orang untuk membagikan bantuan sembako di Gedung Kesenian Kota Blitar.

BLITAR – Ditengah pandemi virus Corona atau Covid-19 ini, masih banyak masyarakat yang melanggar Maklumat Kapolri Nomor:  Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona ( Covid-19). Bahkan tidak hanya masyarakat, pejabat daerah pun juga telah melanggar Maklumat Kapolri tersebut.

Seperti halnya Plt. Wali Kota Blitar, Santoso sejak Rabu (15/4/2020) mengumpulkan banyak orang di rumah warga atau beberapa kelompok PKH untuk menerima bantuan sembako. Bahkan hari ini Jumat (17/4/2020), Plt. Wali Kota Blitar kembali mengumpulkan banyak orang di gedung kesenian Kota Blitar.

Baca juga : Tuai Kritikan Dewan Dan Warga, Pemkot Blitar Ubah Teknis Pembagian Sembako

Padahal sudah jelas Kapolri Jenderal Pol Idham Azis telah mengeluarkan Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020,  tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona ( Covid-19). Bahkan Kapolri memastikan akan menindak seluruh kegiatan masyarakat yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah besar.

Diduga Lecehkan Maklumat Kapolri, Advokat JTM Laporkan Pejabat Pemkot Blitar Ke Polisi

Baca juga : Diduga Lecehkan Maklumat Kapolri, Advokat JTM Laporkan Pejabat Pemkot Blitar Ke Polisi

“Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” demikian pernyataan Kapolri seperti tercantum dalam maklumat tersebut.

Sekretaris Fraksi Indonesia Bersatu DPRD Kota Blitar, Ito Tubagus Aditya menyayangkan, adanya pembagian sembako yang dilakukan Plt Wali Kota Blitar Santoso di rumah warga atau beberapa kelompok PKH kemarin. Dan hari ini dilaksanakan di gedung kesenian Kota Blitar dengan mengundang banyak orang.

“Hal ini tidak sejalan dengan Maklumat Kapolri, dimana pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), yaitu tidak boleh berkumpul atau mengumpulkan orang dalam jumlah yang banyak. Karena untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tersebut salah satu caranya adalah melakukan physical distancing dan social distancing,” kata Ito Tubagus Aditya, Jumat (17/4/2020).

Lebih lanjut Ito menyampaikan, kenapa pembagian bantuan tersebut tidak dilakukan langsung ke rumah-rumah warga sesuai data penerima seperti yang dilakukan Pemkab Blitar. Dimana Pemkab Blitar melakukan pembagian bantuan sembako tersebut, disampaikan ke rumah masing-masing sesuai data yang dimiliki Pemkab Blitar. Hal ini sangat sejalan dengan yang dilakukan pemerintah pusat dimana PSBB benar-benar dijalankan, tetapi kebutuhan masyarakat tetap didistribusikan.

“Untuk itu saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemkab Blitar, dari pada yang dilakukan Plt Wali Kota Blitar yaitu tetap mengumpulkan orang banyak sambil membagi sembako. Bisa disinyalir ini adalah salah satu tujuan untukmengamankan diri, karena dalam waktu dekat juga akan dilakukan Pilkada. Tapi saya rasa tidak etis dan tidak elok kalau hal ini dilakukan di tengah-tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia khususnya di Kota Blitar,’ ujar Ito.

Ito Tubagus Aditya yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Blitar ini berharap agar sembako tetap dibagikan, akan tetapi lebih elok dan lebih etis kalau dibagikan di rumah-rumah warga melalui perangkat kelurahan, RW dan RT yang memilik data lebih akurat siapa-siapa yang lebih berhak mendapatkannya.

“Karena jika dilakukan pengumpulan warga, bisa terjadi penularan atau penyebaran virus Corona kepada warga yang lain,” tandasnya

Ito menegaskan, kalau masih tetap membagikan sembako dengan mengumpulkan banyak orang, dewan akan tetap mengkritisi sebagaimana fungsi dewan sebagai lembaga kontroling terhadap eksekutif. Karena pembagian sembako dengan mengumpulkan banyak orang tidak sejalan dengan maklumat Kapolri dan Presiden.

“Jadi harapan saya, semua orang  yang namanya maklumat itu harus tunduk dan patuh dibawahnya tanpa kecuali. Kalau sudah dibahasakan seperti itu tidak paham, jadi saya perlu bertanya kepada Plt Wali Kota, paham tidak dengan bahasa hukum atau yang disebut dengan maklumat,” pungkasnya.

Sementara terkait pelaksanaan pembagian bantuan sembako dengan mengumpulkan banyak orang ini, pihak Pemerintah Kota Blitar belum bisa dikonfirmasi. (Fajar AT).

Nekat Pulang Kampung Ke Blitar, 11 Pemudik Jalani Karantina 14 Hari
Dewan Berharap Bantuan Sosial Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 Tepat Sasaran
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.