Rapat koordinasi melalui video conference bersama TNI, Polri dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta seluruh Camat, Kepala Desa/Kelurahan terkait persiapan tempat karantina

BLITAR  – Pemerintah Kabupaten Blitar menyiapkan sebanyak 220 tempat karantina bagi pemudik yang akan kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Blitar. Keberadaan 220 tempat karantina ini ditempatkan di masing-masing desa se Kabupaten Blitar.

Bupati Blitar, Rijanto menyampaikan, Pemkab Blitar telah menginstruksikan agar pihak desa menyiapkan tempat karantina tersebut. Adapun sumber dananya menggunakan pergeseran penggunaan dana desa.

“Masing-masing desa harus ikut proaktif menjaga wilayahnya. Salah satunya dengan menyediakan tempat karantina atau tempat isolasi bagi warganya yang baru saja kembali dari luar negeri atau luar daerah,” kata Rijanto, Selasa (7/4/2020).

Lebih lanjut Rijanto menyampaikan, tempat karantina yang disediakan tergantung kemampuan pihak desa. Bisa di gedung pertemuan, sekolahan, ataupun menyewa rumah warga. Namun demikian, Bupati meminta pemerintah desa memastikan telah ada persetujuan dari masyarakt desa, dengan gencar melakukan sosialisasi.

“Tempat karantina tersebut bisa di gedung pertemuan, sekolahan, ataupun menyewa rumah warga. Tergantung kemampuan desa masing-masing”, jelasnya.

Bupati Blitar meminta agar tempat karantina ini segera disiapkan. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi melalui video conference bersama TNI, Polri dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta seluruh Camat, Kepala Desa/Kelurahan.

“Mengingat jumlah ODP maupun PDP di Kabupaten Blitar terus bertambah, maka segala upaya pencegahan harus terus kita lakukan mulai dari tingkat bawah,” tandasnya.

Bupati Blitar, dalam rapat koordinasi tersebut juga menyampaikan SE Kemendes PDTT no 8 tahun 2020 tentang desa tanggap covid-19 dan penegasan padat karya tunai desa.

“Dalam SE itu dijelaskan alokasi dana desa bisa digeser pemanfaatannya untuk fokus penanganan dampak covid-19”, pungkas Bupati Blitar.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Mujianto menyebut, ada empat arah pintu masuk Kabupaten Blitar. Dari empat arah tersebut, ada 12 titik pintu masuk. Dengan demikian diperlukan pemantauan pemudik dengan melibatkan pihak kecamatan dan desa.

“Ada 12 titik pintu masuk di daerah pinggiran Kabupaten Blitar yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang, Tulungagung, Kediri dan Jombang. Sehingga untuk memantau para pemudik dan pendatang yang masuk, 220 desa di 22 kecamatan harus dilibatkan,” ujar Mujianto. (Fajar AT)

Gedung Baru SMP Negeri 3 Blitar Disiapkan Sebagai Tempat Karantina Pemudik
Operasi Keselamatan Semeru 2020, Polres Blitar Kota Gelar Bhakti Sosial
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.