BLITAR – Hasil Rapid test seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi terindikasi positif Covid-19.

Sebelum meninggal pria berusi 53 tahun yang juga pejabat Kemenag Kota Blitar ini baru kembali dari pelatihan calon petugas haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Bahkan dia juga telah menjalani Rapid Test sebanyak dua kali.

Krisna Yekti, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar mengatakan, yang bersangkutan menjalani dua kali Rapid Test. Rapid Test pertama dilakukan di rumah dan hasilnya negatif. Sedangkan saat dirawat di rumah sakit dilakukan Raoid Test kedua, dan hasilnya positif Covid-19.

“Saat dirawat di rumah sakit pasien juga telah menjalani test swab dan telah dikirim ke Surabaya.  Namun hingga kini hasilnya belum keluar”, kata Krisna Yekti, Minggu (5/4/2020).

Untuk diketahui, PDP asal Kecamatan Ponggok ini,  meninggal pada Jumat (3/4/2020) lalu, sekitar pukul 22.00 WIB. Dia merupakan pejabat di lingkup Kemenag Kota Blitar yang sempat mengikuti pelatihan petugas calon haji 2020 pada 9 hingga 18 Maret 2020 lalu di Asrama Haji Sukolilo.

Sementara jenazahnya telah dimakamkan di area pemakaman di Kota Blitar, yang menjadi kota kelahiran pasien. Pemakaman dilakukan petugas RSUD Ngudi Waluyo dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, Sabtu (4/4/2020) pagi sekitar pukul 04.45 WIB. (Fajar AT)

Riwayat Kontak Kepala Kemenag Kota Blitar Yang Meninggal Ditelusuri Dinkes
Polres Blitar Sediakan Nasi Bungkus Untuk Warga Terdampak Covid-19
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.