BLITAR – Selama Operasi Pekat Semeru 2020, Polres Blitar Kota berhasil mengungkap sebanyak 295 kasus. Diantaranya kasus premanisme, minuman keras (miras), perjudian, dan narkoba. Operasi Pekat ini digelar selama 12 hari, yaitu mulai 20 Maret sampai 31 Maret 2020.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, dari 295 kasus tersebut, kasus premanisme sebanyak 178, peredaran miras sebanyak 106 kasus, enam kasus narkoba, dan lima kasus perjudian.

“Hasil operasi pekat selama 12 hari ini, kami berhasil mengungkap 295 kasus dengan sasaran operasi, yaitu, premanisme, miras, narkoba, dan perjudian,” kata AKBP Leonard M Sinambela, Kamis (2/4/2020).

Lebih lanjut Leonard menyampaikan, dari 295 kasus itu, polisi berhasil menyita ratusan barang bukti.

“Kami berhasil menyita barang bukti diantaranya, 502 botol miras berbagai merek, 284 butir pil dobel L, dan uang tunai Rp 2,1 juta,” jelasnya.

Leonard menambahkan, untuk kasus premanisme, polisi hanya memberikan pembinaan dan mereka diminta untuk kembali ke daerah asalnya.

“Kami minta para anak jalanan dan preman yang kami amankan, kembali ke daerahnya. Mereka rata-rata berasal dari luar kota. Karena kondisi sekarang sedang merebak wabah virus Corona, kami minta mereka tidak berkeliaran di jalan-jalan,” pungkas Kapolres Blitar Kota. (Fajar AT)

Puluhan Anggota Polres Blitar Kota Ramai-ramai Datangi PMI
Satu PDP Asal Kabupaten Blitar Dipulangkan Dari RSUD Mardi Waluyo
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.