Kejaksaan Negeri Blitar menggelar penyerahan tahap dua perkara pidana umum secara teleconference

BLITAR – Untuk mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blitar telah melakukan terobosan dengan memberi kemudahan kepada Penyidik Polri dalam pelaksanaan tahap dua perkara tindak pidana umum. Dimana penyerahan tersangka dan barang bukti dari pihak penyidik Polres Blitar Kota dan Polres Blitar dilakukan secara Online atau video conference.

Dalam pelaksanaan tahab dua secara teleconference yang dilakukan di Kantor Kejari Blitar, Selasa (31/3/2020) ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) berada di Kantor Kejari sedangkan tersangka yang akan diserahkan ke JPU berada di Rutan.

Kepala Kejaksaan Negeri Blitar, Bangkit Sormin, SH., MH. mengatakan, pelaksanaan tahap dua ini tetap dilakukan dengan berdasarkan pasal 110 KUHAP. Ini sebagai tindak lanjut dari penerbitan P. 21 dari perkara yang sudah dinyatakan lengkap hasil penelitian yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Blitar.

“Penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan guna menentukan apakah perkara tersebut sudah memenuhi syarat untuk dapat atau tidak dilimpahkan JPU ke Pengadilan sebagaimana diatur dalam pasal 139 KUHAP’, kata Bangkit Sormin, SH., MH usai melakukan teleconference, Selasa (31/3/2020).

Lebih lanjut Bangkit Sormin menyampaikan, kegiatan yang dilakukan JPU saat melakukan penelitian terhadap tersangka adalah untuk mengetahui sejauhmana kebenaran tentang keterangan-keterangan dari tersangka tersebut dalam BAP. Dan guna mencegah terjadinya error in persona, JPU juga menanyakan kelengkapan identitas tersangka. Selain itu, juga harus dilakukan penelitian apakah tersangka pernah dihukum atau tidak. Ataukah, jangan sampai tersangka adalah residivist dan seterusnya dilakukan secara formil dan materil dari perbuatan yang dilakukan tersangka tersebut.

“Semua penelitian tersebut dilakukan Jaksa Penuntut Umum kepada tersangka melalui teleconerence”, jelas Bangkit Sormin.

Kajari Blitar menambahkan, dalam teleconference pelaksanaan tahap dua ini, JPU selain melakukan penelitian terhadap tersangka, juga harus melakukan penelitian terhadap barang bukti dari kejadian perkara tersebut.

“Hal-hal yang harus dilakukan penelitian misalnya jumlah dokumen yang terlampir di daftar barang bukti atau ukuran serta satuan lainnya. Termasuk kualitas dan kondisi barangnya apakah masih utuh dan baik atau sudah rusak atau apakah dalam jumlah besar dan banyak. Sehingga harus diperlukan tempat penitipannya dan sebagainya”, pungkas Kajari Blitar.

Sementara menurut penyidik dan penyidik pembantu yang mengantar para tersangka ke Lapas Blitar, mengaku sangat mendukung usaha dan inovasi yang dilakukan Kejaksaan Negeri Blitar saat ini. Terutama bisa terhindar dari kerumunan atau pertemuan banyak orang sehingga dapat mencegah penularan covid-19.

Untuk diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang melaksanakan tugas tahap ke 2 secara Online ini diantaranya JPU Lilik Pujiastuti, SH dan JPU Rr. Hartini. SH. terhadap 4 orang tersangka perkara pidana umum. Mereka adalah 1. Tersangka David Dwi Saputra melakukan kejahatan sebagaimana yang diatur dalam pasal 374 KUHP, 2. Tersangka Purwanto alias Gendu melanggar pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, 3. Tersangka Edy Santoso melanggar pasal 363 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP, dan 4. Tersangka Joko Susilo bin Mujiono melanggar pasal 363 ayat (1) ke 4 dan 5  UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Sebelumnya Kejaksaan Negeri Blitar juga telah menggelar sidang perkara pidana umum secara online dengan cara video conference. Dimana persidangan secara online yang digelar Senin (30/3/2020) mulai pukul 10.10 WIB tersebut, Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan penasehat hukum terdakwa berada di ruang sidang Pengadilan Negeri Blitar. Sedangka terdakwa tetap berada di rumah tahanan (Rutan) atau Lapas Blitar.

Persidangan ini dihadiri langsung JPU, Bangkit Sormin, SH. MH. (Kajari Blitar) dan Lilik Pujiastuti, SH. Sedangkan dari Majelis Hakim langsung di pimpin Ketua Pengadilan Negeri Blitar, A. A GD Agung Pernata, SH, CN. (Fajar AT)

Pemkot Blitar Alihkan Semua Anggaran Hari Jadi Untuk Tangani Corona
Warga Kota Blitar Yang Pulang Pelatihan di Asrama Haji Sukolilo Dinyatakan Positif Corona
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.