BLITAR – Pria berinisial WJ (60), warga Kecamatan Garum kabupaten Blitar diamankan Satreskrim Polres Blitar. WJ yang juga menjabat sebagai Ketua RW itu diamankan lantaran diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap gadis 12 tahun yang masih warganya sendiri.

Adapun permerkosaan tersebut dilakukan tersangka pada Rabu, 15 Januari 2020 lalu sekitar pukul 17.00 di sebuah gubuk di wilayah Kecamatan Garum.

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, atas laporan orang tua korban, kejadian ini berawal saat korban pulang mengaji, di tengah jalan korban dihentikan oleh pelaku. Selanjutnya korban dipaksa menuju gubuk.

“Saat berada di gubuk pelaku membuka paksa celana dalam secara paksa dan melakukan aksi pemerkosaan,” kata AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Kamis (26/3/2020).

Lebih lanjut Fanani menyampaikan, perbuatan pelaku terbongkar setelah orang tua korban curiga dengan gerak gerik anaknya. Dimana korban yang tadinya periang berubah jadi pendiam dan murung. Bahkan beberapa kali orang tua korban mendapati anak gadisnya menangis tanpa sebab.

“Melihat kondisi anaknya berubah, orang tua korban kemudian menanyakan apa yang terjadi kepada korban. Sambil menangis korban bercerita jika telah menjadi korban pemerkosaan oleh pelaku. Mengetahui hal ini orang tua korban kemudian melaporkannya ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar,” papar Fanani.

Fanani menambahkan, pelaku berhasil diamankan di rumahnya. Polisi berhasil mengamankan barang bukti satu potong atasan kemeja lengan panjang warna putih, satu potong rok panjang warna hitam, satu potong celana dalam warna putih dan satu potong pakaian dalam wanita.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 undang-undang nomor  35  tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara”, pungkasnya.

Sementara WJ, meski bukti mengarah kuat kepadanya sebagai pelaku, namun dia tak mau mengakui perbuatannya saat dimintai keterangan. Justru dia meminta polisi untuk melakukan sumpah pocong untuk membuktikan bahwa dia tidak melakukan aksi kekerasan seksual terhadap korban.

“Saya tidak melakukan pak, bukan saya pak. Saya mending disumpah pocong saja biar terbukti kalau bukan saya yang melakukan perbuatan itu,” kata WJ di depan wartawan. (Fajar AT).

Dua Wanita Di Blitar Pengguna Dan Pengedar Sabu Dibekuk Polisi
Tiga Orang Berstatus PDP Diisolasi Di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.