BLITAR – Akibat bentrok massa Bonek dan Arema di Blitar Selasa (18/02/2020) kemarin sore, sejumlah lahan persawahan di Kelurahan Bendo Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar rusak. Persawahan yang ditanami padi dan sayuran tersebut porak-poranda.

Pantauan di lapangan, lahan persawahan itu diinjak-injak massa suporter yang mencari jalan tikus untuk mencoba merangsek masuk ke area Stadion Soepriadi, venue pertandingan semifinal piala Gubernur 2020 antara Persebaya VS Arema FC.

Banyak batang bambu tempat sulur kacang panjang, dicabut.  Mereka menjadikannya sebagai senjata untuk melawan kubu berbeda. Persawahan hijau itu pun seketika berubah bak arena peperangan antara dua kubu suporter yang bertemu saat mencari jalur menuju Stadion Soepriadi.

Afandi salah satu petani pemilik sawah di Kelurahan Bendo mengaku, separuh tanaman padinya rusak. Banyak tanaman roboh, layu.  Bahkan tercabut dari tanah akibat diinjak-injak suporter bola.

“Padahal ini baru saja saya tanam sebulan yang lalu. Kalau biasanya panen 14 kuintal, ini kalau tumbuhnya gak sempurna ya mungkin panen tinggal 7 kuintal. Kalau harga gabah Rp 400 ribu per kuintal, berarti kerugian saya sekitar Rp 2,8 juta. Yang rusak hampir separuh,” keluh Afandi, Rabu (19/2/2020).

Sementara, Imam Nurul, petani yang ditugasi untuk mendata kerusakan sawah akibat ulah suporter  mengatakan, dia memegang data dua kelompok tani di Kelurahan Bendo yang jumlahnya sebanyak 48 orang. Dari angka itu, sebanyak 18 petani melaporkan kerusakan akibat terinjak-injak suporter bola.

“Ini saya masih data, sekalian membuktikan kerusakannya. Tingkat kerusakannya ada yang ringan, sedang sampai parah. Sampai saat ini ada 18 petani yang lahannya dilaporkan rusak,” tandas Imam Nurul.

Terpisah, Plt Wali Kota Blitar  Santoso mengatakan, sesuai amanat Sekretaris Daerah Jawa Timur, semua kerugian akan diganti.  Pemkot Blitar melalui,  Bakesbangpol langsung mendata semua kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan para suporter.

Ada dua kecamatan dan enam kelurahan yang lahannya rusak. Di Kecamatan Kepanjenkidul ada Kelurahan Bendo, Sentul dan Kauman. Sedangkan di Kecamatan Sukorejo ada Kelurahan Tanjungsari, Pakunden dan Pengkol.

“Yang jelas pemerintah Kota Blitar hanya ketempatan keseluruhan dari Provinsi. Kita terimakasih melalui Sekda Provinsi seluruh kerugian akan diinventarisir dan akan diganti. Tadi saya sudah merapatkan semua pihak terkait,” jelas Santoso. (Fajar AT)

DPRD Kota Blitar Nilai Panitia Pelaksana Persebaya VS Arema FC Tidak Siap
Akibat Suporter Bentrok di Blitar, 13 Motor Rusak, 3 Korban Luka
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.