Komisi III DPRD Kabupaten Blitar menggelar hearing bersama Pemkab Blitar dan PT Greenfields

BERITABLITAR.COM – DPRD Kabupaten Blitar kembali menggelar hearing terkait pencemaran lingkungan oleh pabrik susu perah PT. Greenfield, Rabu (29/01/2020). Kali ini antara DPRD, Pemkab Blitar dan perwakilan PT. Greenfiled. Hasilnya DPRD dan Pemerintah Kabupaten Blitar sepakat memberikan waktu sepekan kepada PT Greenfield untuk program percepatan penanganan limbah.

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Panoto usai hearing mengatakan, dalam hearing ini DPRD dan Pemkab Blitar dalam hal ini Satgas Percepatan Pelaksanaan sepakat untuk memberikan waktu hingga pekan depan kepada PT Greenfield untuk membuat program percepatan penanganan limbah.

“Selama percepatan penanganan limbah ini, DPRD menyarankan agar peternakan sapi PT Greenfield untuk mengurangi jumlah ternaknya. Sehingga volume limbah yang dihasilkan juga ikut berkurang,” kata Panoto, Rabu (29/01/2020).

Lebih lanjut Panoto menyampaikan, pertemuan kali ini sebenarnya bertujuan untuk mendengarkan progres penanganan limbah. Namun ternyata, tidak ada perkembangan dalam menangani limbah. Terbukti keluhan masyarakat atas dampak limbah itu justru semakin banyak. Ternyata yang disampaikan pihak PT Greenfield hanya sebatas rencana program penanganan limbah.

“Sebelumnya DPRD sudah pernah mengundang peternakan sapi PT Greenfield untuk membahas masalah limbah yang banyak dikeluhkan warga tersebut. Ini sangat jauh dari harapan kami. Padahal seperti yang kita tahu, kondisi di lapangan sangat serius dan perlu solusi cepat,” tandasnya.

Sementara Head Of Diary Farm PT Greenfields, Heru Prabowo yang mewakili PT. Greenfields mengatakan, pihaknya akan membicarakan lebih lanjut rekomendasi yang diberikan DPRD Kabupaten Blitar.

“Terkait rekomendasi ini saya harus koordinasi dengan tim operasional yang ada di peternakan. Bagaimana secara teknis bisa dilakukan terkait pengurangan populasi ternak  sampai memenuhi kapasitas pengolahan limbah,” jelas Heru Prabowo.

Selama ini, lanjut Heru Prabowo, peternakan PT. Greenfields terus melakukan pembenahan terkait pengelolaan limbah kotoran sapi.

“Kita serius menangani limbah dan banyak hal yang sudah kami lakukan. Diantaranya pengelolaan limbah yaitu mendaur ulang limbah padatnya dijadikan pasir untuk pupuk, kemudian limbah cairnya dialirkan untuk penanaman rumput odot (rumput gajah pendek) sebagai pakan ternak yang bekerja sama dengan warga sekitar, dengan sistem saling menguntungkan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga sekitar Kali Genjong, Desa Suru, Kecamatan Doko Kabupaten Blitar resah, karena aliran sungai Genjong menjadi keruh. Aliran sungai yang biasa dimanfaatkan warga untuk mandi dan mencuci tersebut selain keruh juga berwarna kecoklatan dan mengeluarkan bau mirip kotoran sapi.

Menurut warga sekitar, selain keruh dan berbau kotoran sapi, air sungai Genjong juga terlihat berbuih hingga mengakibatkan ikan-ikan mati. Air sungai itu tak dapat lagi dimanfaatkan warga. Rudi mengaku, warga sudah beberapa kali melaporkan hal ini ke perangkat desa setempat. Namun hingga kini belum ada respon.

Kondisi sungai yang keruh dan berbau kotoran sapi ini diduga karena tercemar limbah sebuah peternakan sapi perah. Karena aliran kali Genjong yang merupakan terusan sungai dari Barat, berjarak sekitar 10 kilometer dari sebuah peternakan sapi perah yang dikelola PT. Greenfields di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi. (Fajar AT)

Lancar Pandapotan Nahkodai AMPI Kota Blitar
Cemari Lingkungan, Pabrik Susu Perah PT Greenfield Diminta Ditutup
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.