Komisi III DPRD Kota Blitar melakukan sidak di Pasar Legi

BERITABLITAR.COM – Komisi III DPRD Kota Blitar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lokasi pembangunan di Kota Blitar. Diantaranya, lokasi pembangunan SMP Negeri 3 Blitar, Gedung Kesenian dan Pasar Legi. Dalam sidak, Selasa (21/01/2020) Komisi III menemukan pembangunan Pasar Legi tidak sesuai spesifikasi teknis (bestek), seperti bangunan kios yang belum diplester, lantai 2 belum dikeramik, belum terpasang ekskalator. Sementara kontrak pekerjaan Pasar Legi dengan anggaran sebesar Rp. 49 miliar ini berkahir hingga 18 Desember 2019 kemarin.

Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto mengatakan, pembangunan Pasar Legi menurut pelaksana sudah selesai 100 persen. Namun Komisi III menilai pembangunan Pasar Legi hingga saat ini, belum mencapai tidak lebih dari 70 persen. Karena beberapa kegiatan di lantai 2 yang belum dilaksanakan, seperti bangunan kios yang belum diplester, lantai belum dikeramik, belum terpasang ekskalator.

“Kesimpulan Komisi III, pasar Legi ini secara keseluruhan tidak lebih dari 70 persen. Sehingga peruntukan dari Pasar Legi ini, utamanya di lantai 2, kita yakini belum bisa difungsikan sampai  lebaran. Karena, secara fakta kondisinya banyak pekerjaan yang belum terselesaikan. Dan ironisnya tidak ada anggarannya,” kata Totok Sugiarto disela-sela sidak, Selasa (21/01/2020).

Lebih lanjut Totok menyampaikan, anggaran yang disediakan itu ternyata banyak digunakan untuk pembangunan pondasi di lantai satu. Sehingga anggarannya tidak mencukupi untuk menyelesaikan pembangunan di lantai dua. Diantaramya pemasangan keramik lantai 2, sebagian bangunan kios di lantai dua juga belum terbangun.

“Kemarin kita tidak ngecek proses awal terjadinya adendum atau perubahan terhadap spek pelaksanaan pembangunan ini. Adendum itu terkait pengalihan anggaran pembangunan di lantai dua untuk pembangunan pondasi di lantai satu. Kami sangat menyayangkan ada perubahan spesifikasi proyek dan dewan tidak diberi tahu,” tandasnya.

Totok menambahkan, Komisi III menyayangkan awalnya pembangunan Pasar Legi ini dianggarkan Rp. 50 miliar. Namun dengan alasan efisensi yang ditenderkan atau lelang hanya Rp. 39 miliar. Sehingga ada sisa anggaran sekitar Rp. 11 miliar.

“Seharusnya anggaran Rp. 11 miliar itu bisa dipergunakan untuk menyelesaikan pekerjaan di lantai 2. Ironisnya juga anggaran ini, di APBD murni 2020 tidak masuk untuk penyelesaian Pasar Legi,” imbuhnya.

Politikus PKB ini menandaskan, menurut informasi dari Kasi Bidang Pasar, jika anggaran tersebut sebagian kecil dipergunakan untuk pengadaan ekskalator. Sementara di lantai 2 masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan.

“Ya tidak tahu nanti Kepala Pasar atau Kepala Perdagangan ini kebijakannya bagaimana . Apa nanti langsung ditempati atau masih nunggu sampai selesai. Kalau nunggu sampai selesai berarti sampai 2021 baru bisa dipergunakan,” tandasnya.

Totok menegaskan, Komisi III akan melaporkan hasil sidak kepada pimpinan dewan. Kemudian ditujakan kepada fraksi-fraksi untuk membentuk Pansus terkait Pasar Legi.

“Komisi III akan merekomendasikan membentuk Pansus terkait pasar Legi. Nanti setuju atau tidak, kita lihat hasilnya,” pungkas Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar.

Sementara M Duhrol Usodi, pelaksana dari  PT Ayem Mulia Indah/PT Modern Makmur Mandiri mengatakan, pekerjaan fisik Pasar Legi sudah sesuai dengan perencanaan. Sedangkan untuk lantai 2 yang belum selesai, menurutnya karena ada perubahan spesifikasi di lantai 1 tepatnya pondasi telapak. Sehingga anggaran untuk lantai 2 dipergunakan untuk pekerjaan tersebut.

“Untuk lantai 2 belum selesai, karena kolom-kolom lama itu tidak simetris. Sehingga, kalau dipasangkan dengan yang lama itu tidak bisa. Akhirnya kita angkat semua pondasi yang lama. Kita tetap menyediakan pancang yang lama, namun yang kita bongkar itu pondasi telapak. Dan anggaran untuk lantai 2 dialihkan ke pondasi telapak itu, sehingga lantai 2 tidak terselesaikan,” papar Duhrol.

Duhrol menambahkan, secara fisik belum selesai 100 persen. Namun secara administrasi pekerjaan sudah 100 persen. “Sesuai dengan perjanjian kontrak, pekerjaan ini sudah kami serah terimakan sebelum 18 Desember 2019,” pungkasnya. (Fajar AT)

Bawaslu Pantau Proses Rekrutmen PPK di Pilwali Kota Blitar 2020
Pria di Blitar Tewas Gantung Diri, Sebelumnya Gagal Bunuh Diri Masuk Sumur
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.