BERITABLITAR.COM – Asfi Rori (35), warga Desa Kebonduren Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar menganiaya Ibu kandungnya (Siti Fatmi, 76 tahun), Selasa (07/01/2020) sekitar pukul 10.00. Korban dianiaya lantaran tidak memberi sejumlah uang seperti yang diminta pelaku. Akibat perbuatannya, korban mengalami luka pada pelipis sebelah kiri hingga menjalani perawatan di puskesmas Ponggok.

Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan, kejadian tersebut berawal ketika pelaku menghampiri korban yang sedang duduk di ruang tamu. Kemudian pelaku menyuruh korban untuk mencarikan uang Rp 1,3 juta untuk digunakan membayar hutang kepada temannya.

“Saat itu korban menjawab kalau akan diusahakan dengan cara mencari pinjaman ke tetangga sekitar,” kata AKP Heri Sugiono, Rabu 08/01/2020).

Lebih lanjut Heri menyampaikan, jawaban korban membuat pelaku emosi. Kemudian pelaku berdiri di depan korban dan langsung memukul korban dengan tangan kosong hingga mengenai bagian atas mata kiri, bagian bawah mata kiri, pelipis kiri robek hingga mengeluarkan darah. Sontak korban berteriak minta tolong, namun tidak ada yang mendengar.

“Akibat kejadian ini, korban mengalami luka robek dan harus dijahit pada bagian alis mata sebelah kiri atau pelipis sebelah kiri,” jelasnya.

Kasatreskrim menandaskan, selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Ponggok untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan pelaku dilaporkan ke Polsek Ponggok.

“Akibat perbuatannya, pelaku kami jerat pasal 44 UU KDRT dengan ancaman 5 tahun ” pungkasnya.

Sementara di depan polisi pelaku Asfi Rori mengaku, jengkel kepada korban karena tidak memberi uang yang akan dipergunakan untuk membayar hutang. Sehingga secara sepontan pelaku memukul korban hingga terluka.

“Karena jengkel dan emosi, sepontan saya memukul ibu saya. Rencana uang tersebut akan saya buat bayar hutang,” tandas Asfi Rori. (Fajar AT)

Menjaga dan Lestarikan Lingkungan, Polres Blitar Gerakan Tanam 1000 Pohon
Ditemukan Mayat Bayi Laki-laki Terbungkus Kain Hitam Hanyut di Sungai
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.