BERITABLITAR.COM – Aduan terkait dugaan penipuan pengurusan sertifikat tanah perkebunan Karangnongko, Desa Modangan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar mendapat bantahan anggota DPRD Kabupaten Blitar. Bantahan tersebut, disampaikan Wasis Kunto Atmojo, salah satu anggota DPRD yang namanya ikut disebut dalam aduan yang ditujukan kepada Satreskrim Polres Blitar Kota.

Wasis Kunto Atmojo dalam jumpa pers, Kamis (2/1/2020)  mengklarifikasi, jika dirinya dan ke tiga rekannya adalah korban. Wasis menegaskan, bahwa pihaknya tidak pernah menerima uang senilai sekitar Rp. 335 juta untuk pengurusan sertifikat dari siapapun. Baik dari warga Perkebunan Karangnongko maupun panitia redistribusi.

“Kami tidak pernah menerima uang seperti yang dituduhkan sebesar Rp. 335 juta dari siapapun,” kata Wasis Kunto Atmojo.

Lebih lanjut Wasis menyampaikan, justru dirinya sudah mengeluarkan uang pribadi, karena dimintai tolong oleh salah satu oknum. Uang yang totalnya hingga ratusan juta  tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi maupun alasan kepengurusan lainnya yang tidak disebutkan secara rinci.

“Saya tidak pernah menerima uang dari siapapun. Karena tidak ada bukti kwitansi penerimaan, foto penyerahan uang atau bukti kuat lainnya. Justru saya mengeluarkan uang pribadi karena dimintai tolong oleh salah satu oknum. Saya punya bukti transfer dan bukti kwitansinya. Sekali lagi saya tegasan dan garis bawahi  bahwa saya dan ke tiga teman saya adalah korban,” tegas Wasis.

Wasis menambahkan, awalnya dirinya hanya dimintai bantuan oleh warga Perkebunan Karangnongko, Desa Modangan, Kabupaten Blitar terkait masalah pengurusan sertifikat. Dan selama membantu warga, dia juga tidak pernah menjanjikan apapun.

“Awalnya warga meminta agenda hearing dengan komisi kami.  Namun karena saya kenal dengan sebagian warga sana selain saya bantu agar hearing  dipercepat saya juga datangi mereka kesana. Kami sering koordinasi, ngobrol, tukar nomor handphone. Ya sudah hanya seperti itu. Saya tidak tau bagaimana tiba-tiba ada aduan seperti itu,” papar Wasis.

Wasis memgaku juga membantu dengan mendatangkan orang dari Jakarta yang merupakan kenalan dari temannya yang akan membantu mengurus masalah tersebut. Tapi kenyataanya setelah kedatangan temannya dari Jakarta ini, ada oknum yang memanfaatkan situasi. Dengan meminta uang pada warga dan juga dirinya yang  jumlahnya mencapai ratusan juta.

“Saya yang membiayai semuanya, sampai mengeluarkan uang pribadi Rp 4 juta untuk hotel, tiket dan lainnya. Setelah itu justru munculah oknum ini yang meminta uang pada warga,  bahkan kepada saya pribadi,” ujarnya.

Wasis menandaskan, saat ini dia dan  tiga rekannya tengah berkoordinasi dengan tim  dan partai  untuk mengambil tindakan terkait aduan itu. pihaknya juga mengaku masih menunggu proses penyelidikan dari polisi. Jika tidak terbukti pihaknya akan mengambil langkah hukum sebaliknya terhadap oknum yang mengadukannya ke polisi.

Sebelumnya diberitakan, empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar diadukan ke Polisi terkait dugaan tindak penipuan pengurusan penerbitan sertifikat tanah warga Perkebunan Karangnongko, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Pengaduan tersebut dibenarkan Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono. Sesuai dengan Tanda Bukti Laporan  Pengaduan no : TBLP/259/XII/2019/Satreskrim tertanggal 21 Desember 2019. Ada empat orang yang diadukan, masing-masing adalah  W, E, A dan M. Mereka diadukan atas dugaan tindak penipuan pengurusan penerbitan sertifikat tanah dengan biaya operasional penerbitan sertifikat sejumlah sekitar Rp 335 juta.

Heri menyebut, pada kunjungan itu, salah  seorang anggota DPRD menjanjikan akan memperjuangkan pengurusan tanah yang ditempati warga menjadi sertifikat hak milik. Kemudian warga membentuk kepanitiaan redistribusi. Untuk proses ini salah seorang anggota DPRD meminta panitia untuk menyiapkan biaya operasional penerbitan sertifikat. Kemudian panitia mengumpulkan uang dari warga yang jumlah totalnya mencapai Rp 335 juta. Uang ini kemudian diserahkan ke salah satu anggota DPRD secara bertahap hingga tiga kali. Namun setelah diserahkan tidak ada realisasi hingga sekarang. Sehingga panitia mengadukan masalah ini ke Satreskrim Polres Blitar Kota. (Fajar AT)

Terjaring Razia, Puluhan Pembalap Liar Dorong Motor Ke Mapolres Blitar Kota
Cegah Banjir dan Tanah Longsor, Polres Blitar Kota Tanam 1000 Pohon
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.